Kelurahan Galung Jadi Pilot Project Kampung Reforma Agraria di Majene


SULBAR99NEWS.COM-MAJENE, Program Kampung Reforma Agraria Tahun 2021 menempatkan Kelurahan Galung sebagai lokasi atau pilot project program Kampung Reforma Agraria tahun 2021.

Hal ini disepakati oleh Tim Gugus Tugas Reforma Agraria kabupaten Majene melalui penandatanganan SK Penetapan lokasi Kampung Reforma Agraria, Rabu, 17 Maret 2021 di Ruang Pola Kantor Bupati Majene.

Ketua Tim Gugus Tugas Agraria 2021 Kabupaten Majene yang juga  Bupati Majene Lukman mengatakan, akan mendukung dan turun secara maksimal untuk menyukseskan kegiatan tersebut. “Kelurahan Galung menjadi Pilot Project kampung reforma agraria, diharapkan agar masyarakat setempat harus taat dan ikut mendukung. Jika ada permasalahan dan kendala agar dikomunikasikan dengan tim sehingga ada solusi yang dihasilkan,” ujar Lukman.

Baca juga  Polres Majene Lakukan Pemeriksaan Senpi Anggotanya

Hal ini sangat penting, lanjut Lukman, mengingat program nasional tersebut sangat baik karena menjadi solusi terkait persoalan tanah di masyarakat. “Dari dulu hingga sekarang, persoalan tanah selalu menjadi masalah. Sejak saya lahir, di kampung saya di Mosso, tidak ada yang memiliki sertifikat tanah, namun setelah ada serangkaian program dari BPN Majene akhirnya banyak masyarakat yang memiliki legalitas hukum, “ ujarnya.

Kegiatan tersebut juga akan melahirkan kontribusi pada peningkatan PAD karena adanya kesadaran penuh masyarakat yang membayar PBB. Selain itu banyak lembaga di Majene yang tengah berbenah seperti Unsulbar, STAIN dan lainnya yang membutuhkan kepastian hukum atas perluasan lahan.

Baca juga  Pasca Kericuhan di DPRD Majene, Aktivitas Kantor Kembali Normal

Untuk itu Lukman berharap program tersebut bisa mencakup secara umum di kabupaten Majene tidak hanya fokus pada wilayah yang menjadi pilot project.

Sementara itu, Kepala BPN Majene A Mappangile yang juga ketua harian TGTRA Kabupaten Majene melaporkan, telah ada delapan kelompok yang terbentuk, terdiri dari 23 orang pelaksana dan 3 konsultan. “Untuk pelaksanaan ditarget selama 10 bulan, awalnya dijadwalkan pada Februari hingga November namun karena ada kegiatan mendesak, kegiatan diundur ke bulan Maret, “ bebernya.

Baca juga  Danrem 142 Tatag Berkunjung ke Kodim 1401 Majene

Program Kampung Reforma Agraria merupakan Program Nasisonal. Yaitu upaya redistribusi tanah yang dipadukan dengan penataan (melalui konsolidasi tanah) yang disertai dengan pemberian akses berupa pembangunan jalan dan rumah oleh pemerintah daerah. Semua kegiatan tersebut terintegrasi program lintas sektor, yang melibatkan unsur Kementerian/Lembaga lain serta Pemerintah Daerah setempat.

Turut hadir dalam kegiatan rakor tersebut, Kadis PUPR, Kepala BKAD, Kadis Perkimtan, Kadis PTSP, Kadisnakertrans, Bapeda, para konsultan dan anggota lainnya. (ih)


DAERAH