Terbaik terbaik

Keluar dari Majene, Tidak Diperkenankan Lagi Kembali ke Majene, Kecuali?


SULBAR99NEWS.COM-MAJENE, Bupati Majene Fahmi Massiara, Wakil Bupati Majene, Dandim 1401 dan Kapolres Majene memantau langsung pelaksanaan Pembatasan Pergerakan Orang pada hari pertama diberlakukan di Perbatasan Majene – Polman dan Perbatasan Majene – Mamuju, Sabtu, (23/5/2020).

Tampak semua kendaraan yang akan lewat dimintai keterangan satu per satu oleh gabungan TNI – Polri, Pol. PP dan Dinas Perhubungan Majene. Dimana warga yang akan meninggalkan Majene melewati Perbatasan akan diinformasikan bila sudah keluar dari Kota Majene maka tidak diperkenankan masuk kembali ke Majene terkecuali KTP Majene.

Demikian juga bila ada warga yang ingin melintas saja, dengan tujuan Kabupaten Lainnya diperbolehkan asal menunjukkan KTP daerahnya. Bila warga dari kabupaten lain yang ingin masuk Majene untuk sementara tidak diperkenankan sampai tanggal 26 Mei 2020 terhitung mulai hari ini.

Baca juga  Pemkab Wajo Dukung Peningkatan Kapabilitas APIP

Seperti yang tertuang dalam Surat Edaran Bupati Majene Nomor : 5 / SE – HK / 2020
“Pembatasan Pergerakan Orang pada Masa Perayaan Hari Raya Idhul Fitri 1441 H. Di wilayah Kabupaten Majene. Pembatasan Pergerakan dilakukan pada akses transportasi darat dengan melakukan pengawasan ketat terhadap para pengendara dan penumpang yang akan melalui perbatasan Kab. Majene.

Pengendara dan Penumpang yang “BUKAN” penduduk Kab. Majene yang terindikasi akan masuk sementara ataupun menetap dalam jangka waktu tertentu akan diminta kembali kedaerah asal. Pembatasan Selektif ini dikecualikan terhadap kendaraan angkutan barang, logistik, obat – obatan dan BBM.

Bupati Majene didampingi Wakil Bupati, Dandim dan Kapolres pada saat diwawancarai oleh wartawan menyampaikan bahwa apa yang Pemerintah lakukan saat ini bukanlah penutupan secara full. “Namun hanya membatasi pergerakan orang keluar dan masuk wilayah Majene, karena di daerah tetangga kita sudah banyak muncul kasus yang positif covid-19, kita hanya ingin melindungi semua warga Majene yang sama sama kita cintai, agar tidak tertular yang namanya Virus Corona,” tutur Bupati.

Baca juga  Ketua PKK Sidrap Berharap Pemanfaatan Pekarangan Terus Berlanjut

Bupati menambahkan, inilah yang harus sama sama Kita maklumi bersama.
“Bila ada keluarga kita dari kabupaten tetangga yang ingin silaturrahmi, bisa dilakukan dengan berbagai cara, sekarang jaman sudah canggih, bisa dilakukan dengan Video Call dan sejenisnya, sehingga kita semua bisa sama sama menjaga diri kita dan keluarga kita,” tandas Bupati.

Baca juga  Fathur Rahman : Untuk Mencegah Korban Kecelakaan Laut, Nelayan Sebaiknya Membawa Pelampung Ketika Hendak Melaut

Bagi karyawan atau pegawai yang berkantor di Majene, lanjut Bupati, dan harus selalu melintas keluar masuk supaya membuat surat keterangan yang ditanda tangani oleh Pimpinan kantornya, sehingga aparat yang memeriksa akan melihat dan meniliti surat tersebut sebagai bukti bisa melintas.

Keputusan Pembatasan pergerakan ini juga diambil dengan pertimbangan yang matang dengan semua Anggota Tim Gugus Tugas. “Jadi bukan keputusan pribadi seorang Bupati saja. Kita di Majene sangat solid dengan semua lini, mulai DPRD Majene, TNI – Polri, Kejaksaan, MUI, Kementerian Agama dan segenap unsur Kesehatan Kab. Majene, saling bersatu padu bekerjasama dalam memutus mata rantai penularan covid-19 di Majene,” pungkas Bupati Fahmi Massiara. (Ih)