Kelompok Tani Angguning di Desa Pamboborang Terima Bantuan Bentor


Bupati Majene AST saat mencoba bentor yang merupakan bantuan dari Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI Tahun Anggaran 2021.

SULBAR99NEWS.COM-MAJENE, Kelompok Tani Angguning Desa Pamboborang menerima bantuan sarana prasarana hortikultura berupa 1 (satu) unit Bentor dari Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI Tahun Anggaran 2021 di Sanggar Tani Angguning Desa Pamboborang Kec. Banggae, Kamis, 2 September 2021.

Acara ini dihadiri Bupati, Wakil Bupati, Kadis. Pertanian Peternakan & Perkebunan Majene beserta pejabatnya, Mewakili Kabag. Prokopim Setda. Majene, Para PPL, Kades. Pamboborang, Ketua dan anggota kelompok tani Angguning beserta undangan lainnya.

Sebelum menyerahkan bantuan Bentor, Bupati Majene, Wakil Bupati Majene, Kadis Pertanian dan undangan lainnya berkesempatan mengunjungi tempat pengeringan hortikultura dan tempat unit pengolahan pupuk organik. Di tempat pengolahan pupuk organik ini, ternak sapi sengaja dipelihara untuk dapat dikumpulkan kotorannya selanjutnya akan diolah dan dijadikan pupuk organik (pupuk kandang). Selanjutnya rombongan menuju lokasi panen bawang merah yang bibitnya diambil dari Bima NTB dan menghasilkan bawang merah yang besar dan padat.

Baca juga  20 Lebih Warga Desa Tandeallo Ulumanda Dikarantina di Kota Majene

Kadis Pertanian dan Peternakan Burhan melaporkan, saat ini kita berada pada kawasan pertanian di Majene dan sengaja menghadirkan Pimpinan Daerah untuk dapat melihat langsung kondisi pertanian Majene, dimana Kementerian Pertanian telah menetapkan Majene sebagai “Kawasan Hortikultura” di Indonesia sebagai sarana penghasil bawang merah yang mampu menggerakkan pertumbuhan ekonomi di Majene.

Hasil panen bawang merah para petani sudah tidak hanya dijual di pasar tradisional di Majene, namun para pedagang luar Majene sudah datang langsung menjemput di lokasi, untuk selanjutnya dipasarkan diluar wilayah Kab. Majene.

Baca juga  Mendes PDTT Akan Minta Kemenkeu Agar Pajak BUM Desa Dibedakan dengan Entitas Lain

Hasil panen bawang merah di Kab. Majene sudah mampu disimpan sampai 4 bulan lamanya, ini untuk mencegah tengkulak dalam mempermainkan harga pasar bawang, karena para petani sudah modern dalam hal penyimpanan bawang tersebut, bahkan sudah ada yang menggunakan sistem ozonisasi.

“Air yang digunakan oleh para petani disini menggunakan sumber mata air dari Mangge, yang dialirkan langsung ke kebun petani, dengan menggunakan mesin,” ujar Burhan.

Bupati Majene Andi Syukri Tammalele dalam sambutannya tak henti hentinya menyampaikan kepada semua yang hadir agar tetap memperhatikan protokol kesehatan pencegahan Covid19 di Majene.

Baca juga  Bupati Majene Berharap, Desa Tanggung Kepesertaan JKN Warganya Melalui APBDes

Bupati AST juga berharap agar Bentor, Gedung Pengeringan dan Tempat Pembuatan Pupuk Organik dapat dipelihara dengan baik.

“Bentor yang diserahkan kali ini supaya dapat digunakan sebagai mana mestinya dan dapat dimanfaatkan dengan sebaik baiknya sehingga kesejahteraan petani agar dapat tercapai. Janganlah peruntukan Bentor digunakan diluar dari kebutuhan petani, karena dapat berakibat cepatnya rusak,” pesan AST.

Diakhir sambutannya Bupati AST juga menyampaikan terima kasih kepada pihak yang telah memberikan bantuan dalam hal ini Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI. (Rls)


SEPUTAR DESA