Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg Jadi Obrolan Ibu-ibu di Warung Nasi Kuning

  • Bagikan
Gas sedang disuplai ke pangkalan (foto : dok)

SULBAR99.COM-MAJENE, Gas 3 kg tetap saja menjadi obrolan primadona. Pasalnya gas elpiji 3 kg tersebut selalu saja langka keberadaannya, meskipun pasokan lancar sesuai jadwal.

Seperti di sebuah warung kue dan nasi kuning pinggiran di sebuah Perumahan di daerah Lembang. Tanpa sengaja sulbar99.com mendengar percakapan ibu-ibu yang berprofesi sebagai penjual kue dengan ibu yang berprofesi sebagai penjual nasi kuning.

Dalam obrolannya, mereka tampak sangat cemas karena gas elpiji 3 kg miliknya sudah hampir habis. “Maumi habis gasku, pusingka dimana mau cari ini, gas sangat susah didapat, sementara haruski masak kue buat dijual,” ujar ibu yang merupakan pemasok kue di penjual nasi kuning pinggiran tersebut.

Senada juga disebutkan ibu yang jual nasi kuning, dirinya juga sudah hampir kehabisan gas. “Iya, mau cari dimana di, susah sekali didapat. Kenapaka selalu susah ini gas 3 kg,” cemas ibu penjual nasi kuning.

Ironisnya, di dalam perumahan tersebut terdapat pangkalan gas elpiji 3 kg yang pasokannya sangat lancar. Berdasarkan pantauan sulbar99.com, sejumlah pangkalan gas melayani pembeli dalam bentuk banyak bahkan pembelinya terkadang menggunakan mobil pick up atau motor yang sudah dimodifikasi yang bisa memuat gas hingga 5 sampai 6 tabung gas 3 kg.

Salah seorang warga, Eman yang ditemui mengatakan sebenarnya gas tidak langka, cuma pangkalan yang ditunjuk pemerintah banyak yang bermain sehingga gas menjadi langka.

“Terkadang pangkalan melayani pembelian gas oleh penjual yang langsung memborong gas. “Jadi seketika itu, gas di pangkalan habis, diembat sama pembeli yang juga sebagai penjual,” ungkap Eman.

Eman menambahkan, ada beberapa penjual yang membawa gas buruannya dari pangkalan tersebut ke pulau – pulau terpencil. ” Di sana harga gas sangat mahal, jadi para penjual ingin mencari keuntungan besar, tapi penduduk miskin di sekitar pangkalan tidak kebagian gas.

Olehnya itu, lanjut Eman, pemerintah harus turun tangan menindak pangkalan gas yang nakal dengan mencabut izinnya. “Pemerintah kurang serius mengatasi persoalan kelangkaan gas yang diakibatkan pangkalan yang nakal. Buktinya selalu saja masyarakat dihadapkan dengan persoalan kelangkaan gas,”pungkas Eman. (Ih)

  • Bagikan