Kejaksaan Negeri Majene Musnahkan Sejumlah Barang Bukti Tindak Pidana Umum


SULBAR99NEWS.COM–MAJENE, Jajaran Kejaksaan Negeri Majene bersama instansi terkait, melakukan pemusnahan sejumlah barang bukti tindak pidana umum hasil perkara yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap.

Pemusnahan barang bukti dihadiri oleh Wakil Bupati Majene, Arismunandar, Ketua DPRD Majene, Salmawati Djamado, Dandim 1401 Letkol Inf. Yudi Rombe, Kapolres Majene AKBP Febryanto Siagian, Ketua Pengadilan Negeri Majene, serta Perwakilan Rutan kelas II B Majene.

Kejaksaan Negeri Majene Nur Surya mengatakan, pemusnahan barang bukti yang telah memiliki kekuatan hukum tetap periode 2020 s/d Juli 2021, di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Majene, Kamis (7/10/2021).

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Majene, Ketua DPRD Majene, Kapolres Majene, Kepala Dandim Majene, Kepala Pengadilan Negeri Majene, Kepala Rutan kelas II B Majene/yang mewakili, dan beberapa instansi lainnya.

Baca juga  Pelanggan IndiHome di Majene Terima Hadiah Semarak Miliarder

Kepala Kejaksaan Negeri Majene, Nur Surya, mengatakan pemusnahan tersebut merupakan kegiatan rutin Kejaksaan Negeri Majene yang merupakan tindak lanjut dari tugas Jaksa untuk mengeksekusi barang bukti terhadap perkara yang telah memperoleh kekuatan Hukum tetap.

“Jaksa selaku eksekutor perkara Tindak Pidana berdasarkan Undang-Undang, Dalam kegiatan ini barang bukti yang dimusnahkan sebanyak 48 perkara,” ujar Nursurya kepada wartawan

Nur Surya mengatakan, Adapun jenis-jenis barang bukti yang dimusnahkan adalah berbagai jenis seperti Narkotika jenis sabu-sabu, sebanyak 19 perkara, dengan jumlah barang bukti 22, 43 gram. Narkotika jenis pil koplok(boje), sebanyak 7 perkara, dengan jumlah barang bukti 1314 butir. Barang bukti lain berupa HP berbagai jenis, Kartu ATM, timbangan, alat hisap, korek api, rokok dan lainnya.

Baca juga  1 Hektar Lahan Hangus Terbakar di Lingkungan Segeri. Ini yang Sebabkan

Bukti perkara non narkotika, sebanyak 22 perkara, yang terdiri dari perkara kasus pencurian, pembunuhan, penganiayaan, penggelapan, penipuan, dan senjata tajam, perlindungan anak, serta perjudian.

“Barang bukti berupa Narkotika dan non narkotika pemusnahannya dilakukan dengan cara melarutkan dengan blender dan air panas. Sedangkan Barang bukti lainnya dilakukan pemusnahannya dengan cara dihancurkan dan dibakar. Sementara untuk senjata tajam dengan menggunakan alat pemotong,” ujarnya.

Baca juga  Peserta dari Jawa dan Bali Ikut Ramaikan Festival Budaya To Berru

Ia menambhakan, Pemusnahan Barang bukti ini bertujuan untuk melaksanakan putusan pengadilan sesuai tugas dan wewenang Kejaksaan Republik Indonesia sebagaimana diatur dalam pasal 30 Ayat (1) huruf d UU.

“ Kejaksaan yang merupakan salah satu tugas daripada Kejaksaan adalah untuk melaksanakan Putusan Pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap yang mana juga telah diatur dalam Pasal 270 KUHAP yang terkait dengan kewenangan Jaksa dalam melaksanakan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap dalam hal ini tidak hanya masalah pidana badan tetapi juga dalam hal pelaksanaan putusan terhadap barang bukti yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap,” pungkasnya. (Indra Saputra).