Kasus Covid Meledak, Bukti Kegagalan Strategi Global


Oleh: Ulfiah

Di tengah bergulirnya vaksinasi untuk mencegah covid 19, namun nyatanya jumlah orang yang terinfeksi virus terus saja melonjak. Sebagaimana yang dikutip dari voaindonesia.com.

Sebagai contoh di Amerika serikat telah membagikan 365.767.674 dosis vaksin Covid-19. Sebanyak 202.961.676 orang di antaranya telah menerima setidaknya satu dosis dan 172.171.009 orang telah divaksinasi penuh.

Dan data tersebut menunjukkan 61,1% dari populasi telah menerima setidaknya satu dosis vaksin, dengan 51,9% telah divaksinasi penuh; 71,5% penduduk AS berusia 12 tahun ke atas telah menerima setidaknya satu suntikan, sementara 60,7% telah divaksinasi penuh. Di antara orang dewasa berusia 18 tahun ke atas, 73,5% telah menerima satu suntikan dan 62,8% telah divaksinasi lengkap.

Namun angka kematian akibat virus corona di AS mencapai lebih dari 1.100 per hari secara nasional. Jumlah ini merupakan yang tertinggi sejak pertengahan Maret.

Pandemi Covid-19 ini semakin dalam posisi yang mengkhawatirkan di Amerika Serikat (AS). Meski memiliki angka vaksinasi yang cenderung tinggi, negara itu tetap mengalami peningkatan infeksi yang signifikan, bahkan lebih dari 1000% bila dibandingkan Juni lalu.

Baca juga  Garda Terdepan Berguguran, Berikan Solusi Terbaik

Ledakan covid 19 di Amerika Serikat (AS) setelah tercapai kekebalan kelompok menjadi bukti kegagalan strategi penanganan global. Tak ayal, apa yang terjadi di AS juga terjadi di negara-negara di seluruh dunia. Pertimbangan ekonomi lagi-lagi dianggap sebagai kunci antara pelonggaran dan pembatasan agenda-agenda publik.

Padahal, tarik ulur antara pembatasan (lockdown) dan pelonggaran aktivitas publik hanya makin memberi ruang bagi penyebaran dan penularan virus corona. Hal ini sejatinya menunjukkan kekurangseriusan dalam penanggulangan. sehingga tidak mampu menuntaskan pandemi dengan kegagalan yang untuk kesekian kalinya. Ini semakin membuktikan bahwa sistem kapitalis ini tidak mampu menanggulangi pandemi.

Beda halnya dengan sistem Islam dalam menangani wabah atau pandemi. Islam telah memberikan petunjuk yang jelas dan terperinci tentang cara menyelesaikan wabah. Sebagaimana dalam hadits Rasulullah SAW:

Baca juga  Praktik Toleransi yang Indah dalam Islam

” Jika kalian mendengar wabah terjadi disuatu wilayah, janganlah kalian memasuki wilayah itu, jika wabah itu terjadi ditempat kalian, janganlah kalian meninggalkan tempat itu. “(HR Al-Bukhari)

Solusi efektif penanggulangan wabah dalam Islam adalah dengan isolasi manusiawi yang terpusat dilakukan oleh pemerintah. Bukan isolasi mandiri yang didasarkan pada kemampuan masing-masing orang. Olehnya itu, negara bertanggung jawab penuh atas isolasi terpusat yang dilakukan.

Tes dan tracking harus terus dilakukan pemerintah dengan cepat dan akurat, tanpa tebang pilih. Sekali lagi pembiayaan menjadi tanggungan negara secara penuh. Selain itu, pemerintah pun wajib untuk memenuhi kebutuhan pokok rakyat selama masa karantina dan jika diperlukan negara melakukan lockdown.

Negara akan memenuhi kebutuhan rakyat, sehingga rakyat tidak perlu khawatir tidak bisa makan selama pandemi. Dan Pendanaan ini bisa diambil dari pemasukan negara, pengelolaan sumber daya alam, atau pungutan lainnya yg tentunya dibolehkan oleh syariah.

Baca juga  Enggak Ada Negara yang Normal dengan Kapitalisme Demokrasi

Di samping itu, seorang pemimpin dalam Islam merupakan problem solver. Ia akan memastikan seluruh rakyatnya tidak mengalami kesengsaraan. Hal itu bukanlah sekadar janji yang minim realisasi, melainkan dijalankan serta diwujudkan menjadi kenyataan dengan sepenuh hati, karena sadar bahwa semua ini kelak akan dimintai pertanggungjawaban.

Awetnya masa pandemi ini disebabkan penyelesain problem dengan mengambil solusi yang ditawarkan oleh sistem kapitalis. Yang nyatanya sangat tidak mampu menanggulangi pandemi ini. Dan sudah sangat terbukti dengan meledaknya covid 19, yang sudah menahun dan tak kunjung usai.

Untuk itu, diperlukan adanya sistem penangulangan yang terpusat, yang dijiwai oleh seorang pemimpin yang melaksanakan tanggungjawab kepemimpinannya atas landasan aturan Allah SWT. Sebab, wabah berasal dari Allah, maka solusi yang tepat adalah juga dengan kembali pada aturan Allah SWT.

Wallahu A’lam.