Kapolres Majene Rilis Kasus Pembunuhan dan Pencurian


SULBAR99NEWS.COM-MAJENE, Kapolres Majene AKBP Irawan Banuaji menggelar press release kasus pembunuhan di Kecamatan Ulumanda dan pencurian ranmor  yang terjadi di Kecamatan Sendana di ruang aula Mapolres Majene, Selasa (15/6/2021).

Kapolres Majene AKBP Irawan Banuaji didampingi Kasat Reskrim Polres Majene, AKP Jamaluddin  menjelaskan, press release kali ini ada 2 kasus yang akan disampaikan, pertama kasus pembunuhan di Kecamatan Ulumanda dan kasus kedua adalah pencurian kendaraan bermotor yang trjadi di Kecamatan Sendana.

“Pertama kasus pembunuhan terjadi di Kecamatan Ulumanda. Berdasarkan laporan Polisi Nomor : LP/02/IV/2021/ Polda Sulbar/Res Majene/Sek Malunda/SPKT pada tanggal 10 April lalu. Dimana pelakunya inisial AH, sementara korbannya adalah ayah kandungnya sendiri yaitu TJ dengan cara menikamnya pada bagian perut menggunakan badik,” terang Irawan Banuaji 

Baca juga  Polres Majene Ungkap Dua Terduga Pelaku Penjual Obat-obatan Terlarang

Menurut Irawan Banuaji, Kasus pembunuhan tersebut bisa dikatakan persoalan sepele, dimana korban AH emosi karena tidak diberikan izin oleh korban untuk menjual sebidang tanah dan tanpa pikir panjang tega menghabisi nyawa ayahnya sendiri.

“Jadi terhadap pelaku pembunuhan dikenakan adalah Pasal 338 KUHP yang kemudian ditambah unsur direncanakan terlebih dahulu dalam pasal 340 KUHPidana, pelaku diancam dengan hukuman mati atau seumur hidup, pelakunya saat ini kita sudah amankan, berikut barang bukti berupa sebilaah baadik yang didugaa digunakan oleh pelaku menghabisi nyaawa korban yang merupakan ayah kandungnya,” sebut Irawan.

Sementara untuk kasus pencurian, kata AKBP Irawan Banuaji, pelakunya inisial AD (34) warga Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan dengan laporan Polisi Nomor : LP/76/VI/2021/SPKT/Res Majene yang terjadi pada Selasa (8/6/21) di Dusun Binanga, Kecamatan Sendana Majene. 

Baca juga  Satreskrim Polres Mamuju Utara, Tangkap Pelaku Penipuan dengan Modus Hipnotis.

“Kejadiannya berawal saat tersangka AD (34) menumpang mobil Avanza bersama teman perempuannya dari Majene tujuan Mamuju, setelah tiba di Dusun Binanga tersangka tiba-tiba meminta berhenti dengan alasan mau buang air, namun sempat di tolak oleh korban (supir) dengan mengatakan “nanti ada masjid baru kita singgah buang air di toilet masjid,” kemudian tersangka mengatakan “jika tidak singgah bisa-bisa saya buang air kecil di mobil,” sehingga korban pun menuruti permintaan pelaku,” ungkap Irawan. 

Lanjut AKBP Irawan menjelaskan,  selanjutnya ketika mobil berhenti saat itulah tersangka melakukan aksinya, tiba-tiba tersangka mengambil alih setir kendaraan, sehingga membuat penumpang lainnya yang masih berada diatas mobil panik dan loncat dari mobil. 

Baca juga  Warga Mapilli Digegerkan Penemuan Sesosok Mayat Dalam Karung di Pinggir Jalan

“Tersangka yang mengemudikan kendaraan curiannya dengan melaju diatas batas maksimal mengarah ke Mamuju bahkan sempat menyerempet Mobil Avanza di daerah Pelattoang dan menabrak motor Polisi yang digunakan untuk menghadang di jalan guna menghentikan pelarian tersangka, tersangka berhasil diamankan petugas dari Polsek Malunda setelah kendaraan yang dikemudikan menabrak sebuah pohon di Malunda. Saat diamankan dalam tas juga ditemukan sebilah badik yang menurut pengakuannya ia bawah untuk berjaga-jaga diperjalanan,” katanya. 

AKBP Irawan juga mengatakan, Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 362 KUH. Pidana dan Pasal 2 ayat (1) UU darurat Nomor 12 tahun 1951,”Tersangka selain diancam hukumaan penjara 5 tahun, juga ancaman pidana 10  tahun penjara,”pungkasnya.(Ali).