Kapitalisme: Musibah Hakiki bagi Umat Islam


Oleh: Ummu Aulia

Tanpa terasa sudah satu bulan musibah gempa yang melanda Sulawesi Barat berlalu. Gempa bumi yang berkekuatan 6,2 SR yang terjadi pada tanggal 15 Januari 2021 yang melanda Kabupaten Majene dan Kabupaten Mamuju. Telah menelan korban jiwa mencapai 105 orang, 95 korban di Mamuju dan 10 orang di Kabupaten Mejene. Sementara korban luka luka mencapai ribuan yakni sebanyak 3.369 orang se Kabupaten Mejene-Mamuju.

Gempa yang mengguncang Sulawesi Barat, hanya satu diantara berbagai musibah yang menyapa negeri Indonesia ini di awal tahun 2021. Dan ini bukanlah pertama kalinya terjadi. Bahkan jauh sebelumnya sudah sering kali terjadi di wilayah lain yang ada di negeri ini. Sebut saja, Aceh yang dilanda Tsunami pada tahun 2004, Palu yg juga dilanda gempa disertai tsunami dan likuifaksi dalam waktu yang bersamaan pada tahun 2018 dll.

Musibah Hakiki bagi Umat Islam

Kita semua memahami bahwa segala musibah yang melanda negeri ini semua terjadi atas kehendak dari Sang Khalik yang menciptakan alam semesta ini. Namun, Perlu juga kita memahami bahwa sebenarnya ada musibah yang jauh lebih dahsyat, yang bahkan sudah terjadi puluhan tahun. Dan itu berlangsung terus menerus, yakni diterapkannya sistem kapitalisme Sekularisme.

Dengan diterapkannya sistem kapitalisme ini ditengah-tengah umat Islam telah menjadi musibah yang hakiki bagi mereka. karena dengan sistem ini, begitu banyak terjadi kemaksiatan dan pelanggaran hukum-hukum Allah Swt dalam seluruh aspek kehidupan manusia. Seperti maraknya pergaulan bebas, meningkatnya kasus korupsi, maraknya kriminalisasi terhadap ulama, maraknya kasus bunuh diri, pembunuhan dll.

Baca juga  Dari Wabah Virus Corona Kita Belajar!

Sistem kapitalisme yang berakidahkan sekularisme atau pemisahan agama dari kehidupan dan berasaskan manfaat ini telah membuat manusia bebas dalam berbuat sesuatu dan semakin menjauhkan umat islam dari agamanya yang kaffah. Terlebih dalam lingkup negara, sistem ini telah mengakibatkan begitu banyak terjadi kezaliman dan ketidakadilan yang dilakukan oleh penguasa diberbagai negeri Islam.

Sikap Benar Menghadapi Musibah

Pada hakikatnya musibah ada dua macam yang harus disikapi dengan benar oleh kaum muslim. Pertama adalah musibah yang terjadi karena faktor alam yang merupakan bagian dari sunnatullah atau qadharullah (ketentuan dari Allah Swt) yang tidak bisa kita tolak, misalnya gempa bumi, gunung meletus, banjir, tsunami dll. Diantara adab dalam menyikapi musibah seperti ini adalah dengan bersabar dan ridha terhadap apa yang telah Allah Swt tentukan.

Bagi kaum mukmin qadha ini merupakan ujian dari Allah Swt. Sebagaimana firman-Nya dalam surah Al baqarah ayat 155: “Sungguh kami akan menguji kalian dengan sedikit rasa takut dan kelaparan. Juga berkurangnya harta, jiwa, dan buah – buahan. Sampaikanlah kabar gembira kepada orang orang yang sabar “.

Baca juga  PENGHINAAN TERHADAP NABI MUHAMMAD SAW KEMBALI TERJADI, KAUM MUSLIM BUTUH KHILAFAH

Orang yang berakal akan menjadikan sikap sabar sebagai pilihannya dalam menghadapi musibah dan ridha dengan qadharullah yang menimpa dirinya.

Kedua, musibah yang diakibatkan karena penerapan hukum buatan manusia (kapitalisme) atau pelanggaran terhadap hukum syara’ dan akibat dari kemaksiatan manusia. Terutama yang dilakukan oleh penguasa dalam wujud kezaliman dan ketidakadilan mereka. Musibah kemiskinan misalnya yang menimpa bangsa ini. Padahal negeri ini kaya akan sumber daya alamnya. Ini semua terjadi karena rezim ini dengan zalim menyerahkan sebagian besar SDA itu kepada pihak swasta/asing. Seperti tambang emas di Papua yang sudah dikuasai oleh PT. Freeport.

Tidak hanya itu musibah kemiskinan yang juga melanda negeri ini dikarenakan penerapan sistem ekonomi yang ribawi. Mengakibatkan negeri ini terlilit hutang ribuan trilliun, sehingga pendapatan negara yang seharusnya digunakan untuk memberantas kemiskinan justru dipergunakan untuk membayar hutang ribawi beserta bunganya. Adapun musibah lain dalam bentuk bencana moral seperti zina, LGBT dll. Musibah ini akan mengakibatkan penyakit yang sangat sulit diobati seperti HIV/AIDS.

Maraknya riba yang pelaku utamanya adalah negara dan maraknya zina yang juga dibiarkan oleh negara boleh jadi penyebab yang mendatangkan azab dari Allah Swt atas negeri ini. sebagaimana dalam sebuah hadist: “Jika zina dan riba telah merajalela di suatu negeri, berarti mereka telah menghalalkan azab Allah atas diri mereka sendiri.” (HR. Al Hakim, Al Mustadrak).

Baca juga  Hanya Islam yang Mampu Mencetak Generasi Penakluk

Saatnya Berubah

Kita bisa melihat dari paparan di atas bahwasanya musibah yang melanda negeri ini bukanlah sekadar qadharullah dari Allah Swt, akan tetapi ada berbagai musibah yang disebabkan oleh ulah tangan manusia itu sendiri karena telah meninggalkan syariat Islam dan menerapkan hukum jahiliyyah (kapitalisme). Dan Islam pun telah mengajarkan agar musibah itu berbuah berkah, maka kita harus menyikapinya dengan sabar dan ridha terhadap qadharullah dan menjadikan musibah itu sebagai bahan muhasabah agar kita bisa mengetahui sejauh mana ketakwaan kita kepada Allah Swt.

Ketakwaan adalah kunci keberkahan hidup umat Islam tentunya Ketakwaan yang sempurna yakni menerapkan seluruh syariat-Nya. Sebagaimana fakta yang kita alami saat ini bahwasanya ditengah-tengah umat telah diterapkan hukum jahiliyyah yang menjadi penyebab musibah datang silih berganti atas negeri ini. Maka sudah saatnya kita berubah, tidak hanya dalam level individu, tetapi juga dalam level negara. Jika saat ini negara menerapkan hukum jahiliyyah maka harus kita rubah menjadi sebuah negara yang menerapkan hukum Allah SWT. Agar negeri ini menjadi negeri yang mendatangkan rahmat dan berkah bagi seluruh Alam.

Wallahu A’lam bish shawab.