Kancab BPJS Polman Ancam Wartawan Bila Memelintir Berita BPJS


BPJS dialog dengan HMI dan wartawan. (foto : Alimukhtar/sulbar99)

SULBAR99.COM-MAJENE,-Kepala Cabang BPJS Polewali Mandar, Harie Wibhawa
mengancam akan menuntut wartawan jika memplintir berita BPJS yang tidak benar. Hal ini dikatakan Hari Wibhawa dalam acara dialog dengan Mahasiswa di Café Godwil, Rabu (11/09/2019).

“Tidak ada hubungannya program JKN dengan Bank, tolong diklarifikasi,
hati-hati dalam pemberitaan karena ini sangat sensisitif, JKN itu pengelolanya BPJS, tidak ada hubungan hutang Negara dengan program JKN, hati-hati ya dalam pemberitaan saya bisa nuntut bapak, kalau
bapak menciptakan berita tidak benar, ”kata Hari, saat dicecar beberapa
pertanyaan oleh wartawan, terkait kondisi defisit BPJS.

Baca juga  Terkait Pasien Demam Berdarah, Kadinkes Majene Belum Terima Laporan dari RS

Sementara itu, Pemred  Sandeq Pos, Syariful Alam Nasuha yang juga turut hadir acara dialog dikonfirmasi membenarkan, sempat mendapat ancaman dari Kancab BPJS Polewali Mandar, Harie Wibhawa, saat  beberapa wartawan melontarkan pertanyaan kepada Harie Wibhawa, terkait defisit BPJS.

Baca juga  Tambahan 25 Positif Covid19 di Sulbar, 24 dari Mateng, Seorang dari Pasangkayu

“Iya betul pak Harie sempat melontarkan ancamaan akan menuntut wartawan, padahal saat itu saya bersama dua orang wartawan lainnya bertanya, apakah betul begitu kondisinya, sambil saya tarik tangannya dan marah, dia bilang mau nuntut sambil tunjuk saya, disitu kami
heran, padahal selaku wartawan kami berhak melontarkan pertanyaan,”terang Syariful.

Syariful mengatakan, sebelumnya Harie Wibawa menyampaikan, persoalan
BPJS tidak ada masalah. Ironisnya lagi Kancab BPJS Polman Harie Wibhawa
tidak memiliki data, berapa klien BPJS Kesehatan di Polman dan Mamasa.

Baca juga  Tidak Ada Riwayat Bepergian, Warga Madatte Polman Positif Covid19

“Sempat juga saya tanyakan, soal jumlah klien BPJS Kesehatan, dia tidak menjawab pertanyaan, bahkan dia selalu mengalihkan perhatian dan balik bertanya pada kami, bapak tahu berapa pedagang di Majene, saat itu saya bertiga, ada Mabrur dari Radar dan Mutawakkir dari Mandar
News,”kata Syariful.(Ali).


COVID19