Terbaik terbaik

Kakek Saharuddin, Terpisah dengan Istri dan Dua Anaknya di Pengungsian Stadion Manakarra


SULBAR99NEWS.COM-MAJENE, Warga jalan Tuna Kelurahaan Binanga Mamuju Saharuddin (70 tahun), mengaku terpisah dengan istri dan dua anaknya di pengungsian Stadion Manakarra Mamuju, Selasa (26/01/2021).

Saharuddin, yang ditemui di pengungsian Lingkungan Cilallang RT 5 Kelurahan Pangali Ali Kabupaten Majene menuturkan, rumahnya hancur akibat goncangan gempa, sehingga dirinya mengungsi di Majene.

“Rumah panggung kami yang ada di Jalan Tuna roboh, rata dengan tanah, sehingga kami mengungsi di rumah sanak keluarga istri di Kabupaten Majene,” ujarnya.

Sedangkan, lanjut Saharuddin, istri dan dua anaknya berada di pengungsian lapangan stadion Manakarra Mamuju. Keberadaan Saharuddin awalnya berada di pengungsian Mamuju, keluarga istrinya Saharuddin datang menjemputnya dua hari setelah gempa, karena kondisinya sangat lemah. “Jika mau buang air besar, pipis dan mandi, saya harus dibantu berdiri,” aku Saharuddin.

Baca juga  Bocah Tenggelam di Air Terjun Limbong Polman Ditemukan Meninggal

Saharuddin mengharapkan bantuan berupa pakaian, pangan dan pengobatan penyakit bawaan yang dia derita sampai saat ini, penyakit bawaan yang dia derita kambuh karena tegang saat terjadi gempa.

Kondisinya saat ini sangat mengkawatirkan karena penyakit yang dia derita ditambah dia hanya mendapatkan jatah nasi bungkus dua kali sehari di siang hari dan malam hari saja yang sebenarnya tak layak dikomsumsinya, karena makanan yang semestinya diperuntukkan untuk orang sehat.

Baca juga  14 PMI Kabupaten, 200 Relawan dan 2 Dokter PMI Berposko di Malunda, Bantu Korban Gempa

Pakaian yang dipakai saat ini hasil dari pemberian tetangga, karena saat mengungsi ke kabupaten Majene, hanya memakai pakaian yang melekat di badan, disebabkan harta bendanya tak ada yang bisa diselamatkan.

Kepala Dinas Kesehatan Majene, dr. Rakhmat, yang dihubungi via telepon terkait persoalan ini meresponnya, dengan memerintahkan salah satu perawat dari puskesmas Totoli, Wasila, untuk pemeriksaan kondisi Saharuddin.

Bukan cuma itu, salah satu pegawai kelurahan Pangali Ali yang menjabat sebagai kasi pemerintahan, Yasri, juga mengunjungi Saharuddin.

Hal ini membuat keluarga pengungsi sangat berterima kasih karena sudah sepuluh hari di pengungsian, baru kali ini dikunjungi dari pihak puskemas dan kelurahan. Bantuan yang didapatkan baru satu kali, yang didatangkan salah satu anggota dewan dari partai PKB Antoni Hamdani berupa sembako.

Baca juga  Isu Penculikan Anak Resahkan Warga di Parepare

Yasri, kasi pemerintahaan di kelurahan Pangali Ali juga menyambangi keluarga Tamrin, 24 tahun istrinya Rahma 22 tahun dan anaknya yang berumur 5 tahun, pengungsi asal Mamuju beralamat Jalan Pattimura kabupaten Mamuju untuk melakukan pendataan. “Kami lakukan pendataan untuk mengetahui umur pengungsi agar tidak terjadi kekeliruan saat pembagian bantuan nantinya, apa itu berupa popok anak, susu dan pakaian yang akan diberikan kepada pengungsi,” tutup Yasri. (Syarifuddin Andi)