Terbaik terbaik

Kakek Nurdin, Mata Tidak Normal, Tak Punya Tempat Tinggal


Kakek Nurdin

SULBAR99NEWS.COM-MAJENE, Seorang kakek, namanya Nurdin berumur 67 tahun. Saat ini Kakek Nurdin dikarantina di LPMP Sulbar sepulang dari Mamuju. Kakek 67 tahun ini matanya sudah tidak normal lagi, dia harus dipandu saat berjalan.

Maman, salah seorang Pemuda Majene yang kebetulan juga dikarantina di LPMP Sulbar menceritakan, sebelum ke Majene, kakek Nurdin ini berada di Mamuju di rumah anaknya. “Dengan modal Rp 1 juta, dia berangkat dari Majene menuju Mamuju untuk kontrol matanya yang ditengarai mengalami katarak,” ujar Maman.

Baca juga  Sejumlah Pihak Berharap Kasus di Desa Tapong dan Paladang Enrekang Berakhir Damai

Sebagian uangnya diberikan kepada keluarganya di Mamuju supaya dibantu untuk mengurus keperluan pengobatan. “Hingga uang itu habis, kakek ini belum pernah diperiksa matanya,” tambahnya.

Karena kehabisan uang untuk berobat, salah seorang anggota keluarganya di Mamuju menyarankan untuk pulang kembali ke Majene. “Kakek ini hanya bisa pasrah karena anggota keluarganya menyuruh dia pulang, sedangkan kakek ini hanya numpang di rumah ponakannya di Majene,” ungkap Maman.

Maman menambahkan, sudah beberapa hari ini kekek Nurdin sedih. “Kami biasa dapati menangis di kamarnya sendiri. beliau sangat berharap ada yang bisa membantu untuk pengobatan matanya,” tambah Maman.

Baca juga  Hina Profesi Dokter dan Perawat RSUD Majene. Kapolres : Nanti Kami Cek Akunnya

Kakek Nurdin ini sudah tidak punya rumah dan sudah tidak bisa bekerja untuk memenuhi kebutuhan setiap hari. “Selain matanya yang sudah tidak normal, fisiknya pun sudah lemah mengingat umur yang sudah berusia lanjut,” ujar Maman.

Setelah masa karantina selesai, lanjut Maman, kakek Nurdin kemungkinan tidak bisa langsung berobat sebab beliau tidak memiliki BPJS bahkan tidak mendapatkan bantuan Sosial sebab KTP Majene beliau hilang. “Untuk itu kami Pemuda Majene berinisiatif membuka donasi untuk membantu biaya pengobatan mata dan biaya hidup kakek Nurdin setelah masa karantina selesai dan selanjutnya kami bersama kawan-kawan akan membantu untuk pengurusan KTP dan BPJS kakek Nurdin untuk digunakan di kemudian hari,” tambah Maman.

Baca juga  Pesantren Lampoko, Tujuh Ruangan Hangus Dilalap Sijago Merah

Maman melanjutkan, dirinya hanya menjembatani kakek Nurdin agar bisa dibantu. “Sekiranya ada niat baik untuk meringankan beban hidup kakek Nurdin,” tutup Maman. (Satriawan)