Kadis Pertanian Majene Harap KUR Tidak Mempersulit Petani


Kadis Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Majene, Burhan Usman (foto : Satriawan)

SULBAR99.COM-MAJENE, Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Majene Burhan Usman menyambut baik rencana pemerintah pusat mengucurkan Rp 50 Triliun untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) demi meningkatkan kesejahteraan petani, Kamis (12/12/2019).

Ditemui di ruang kerjanya, Burhan mengungkapkan, kendala utama petani dalam mengembangkan usaha taninya adalah modal. ” Program KUR sangat bagus, sebab bisa menjadi modal kerja bagi petani, menyiapkan sarana dan prasarana taninya,” ujar Burhan.

Baca juga  Pengukuhan dan Pelantikan Kerukunan Keluarga Besar Paraitaq Polman

Namun, lanjut Burhan, terkadang apa yang menjadi kebijakan di pusat maupun di provinsi terkait Penyaluran KUR ini tidak sesuai dengan yang diterapkan di kabupaten. “Bank yang ditunjuk sebagai pelaksana KUR ada-ada saja alasannya, tidak adalah petugasnya. Itu alasan klasik,” tandas Burhan.

Bukan cuma itu, Burhan juga menyebutkan terkadang bank pelaksana KUR meminta persyaratan yang sudah pasti tidak mampu disanggupi petani,” ungkap Burhan.

Baca juga  Tradisi Maqbandera Ketika Tangkapan Nelayan Melimpah, Punah?

Akibatnya, lanjut Burhan, petani jadi merasa sulit, trauma dan akhirnya batal melanjutkan pengurusan KUR. “Bagus dibuatkan semacam MoU, jika ada yang tidak menyanggupi perjanjian dalam MoU, maka harus ada sanksi,” tegas Burhan.

Burhan menyinggung pernah ada waktu dimana penyerapan dana bantuan Revitalisasi untuk petani di Kabupaten Majene berada pada angka nol. “Alasannya karena tidak ada petugasnya, itu menjadi alasan klasik,” tambah Burhan.

Baca juga  Jalin Sinergitas, Basarnas Mamuju Temui Bupati Mateng

Berdasarkan data yang ada, jumlah Kelompok Tani di Majene saat ini berkisar 1.000, 40 persen diantaranya kelompok tani yang sehat. “Kita juga kekurangan penyuluh pertanian. Idealnya satu desa satu penyuluh, namun di Majene masih ada penyuluh yang merangkap,” pungkas Burhan. (Satriawan)

Editor : Idham


DAERAH