Kades Lembang-lembang Sebut Pelaku Perkosaan Anak di Bawah Umur Bukan Warganya


kepala desa Lembang-lembang Muh. Afdal Nur, SH

SULBAR99NEWS.COM-POLMAN, Maraknya pemberitaan terkait kasus percobaan perkosaan yang diduga dilakukan oknum guru SMK terhadap anak di bawah umur, yang dilakukan di rumah saudaranya sendiri yang juga paman korban di Desa Lembang-lembang Kecamatan Limboro Polman, membuat kepala desa Lembang-lembang Muh. Afdal Nur, SH angkat bicara.

Ditemui Rabu (4/11/2020), Afdal menjelaskan, mengenai kasus pelecehan seksual anak di bawah umur di desanya, selaku kepala desa tidak mau nama desanya tercemar. “Saya menyesalkan kejadian tersebut,” tegasnya.

Muh. Afdal Nur SH menceritakan ke awak media sulbar99news.com, berawal dari kejadian penyergapan pelaku yang membuat dirinya terkejut dan kaget, saat dia melihat adanya mobil patroli polsek Tinambung memutar arah ke rumah tempat kejadian. “Padahal saat itu, saya sedang bersepeda santai bersama anak-anak dan beberapa warga di sore hari dan melihat ada mobil patroli yang di dalam ada kapolsek Tinambung beserta empat personilnya berpakaian dinas dan berpakai biasa,” ujarnya.

Baca juga  Pengguna Jalan Protokol Keluhkan Ternak Berkeliaran di Jalan

Tak diduga terjadi penyergapan pelaku asusila di bawah umur. “Sontak saya kaget tak mengetahui ada warga yang tega berbuat begitu di desa saya dan sayapun tak tahu siapa pelaku dan siapa korban saat itu,” urainya.

Baca juga  Seorang Warga Mamasa Ditemukan Tewas Gantung Diri dengan Sehelai Kain Gorden

Saat pelaku sudah diamankan dan digelandang ke polsek Tinambung, Afdal mengaku baru tahu bahwa ada tamu di desanya dan tidak mengetahui maksud kedatangannya. “Saat ditelusuri kedatangannya, katanya dengan tujuan membuat sarang burung walet di rumah saudaranya. Korban saya tidak tahu dan juga siapa dia, saya tidak pernah lihat dan tak mengenalnya saat itu. Nanti ada kejadian baru saya tahu dia anak siapa,” tuturnya.

Ternyata, anak itu numpang di rumah pamannya yang juga tempat terjadinya perbuatan bejat si palaku yang tidak lain saudara ibu si korban. “Keduanya bukan warga saya, bukan warga desa Lembang-lembang. Dia hanya sementara saja di sini, pelaku tinggal dan berdomisili di kecamatan Tappalang, dia guru PNS di salah satu SMK di kecamatan Tappalang Barat. Dan korban keberadaannya di desa Lembang lembang sebatas melanjutkan sekolahnya,” lanjutnya.

Baca juga  Longsor di Mamuju, Sejumlah Pengendara Terpaksa Nginap di Jalan

Kedua orang tuanya tinggal di Aguamas Toli toli Sulawesi Tengah. “Jadi saya klarifikasi masalah ini agar tidak timbul fitnah di desa saya,” ungkap Muh. Afdal Nur SH. (Syarifuddin Andi)