Kades Kabiraan Kecewa, Dialog Dengan Menteri Dibatasi


SULBAR99NEWS.COM–MAJENE, Tiga pekan pasca gempa 6.2 Skala Richter di Majene, Sulawesi Barat, rombongan tiga Menteri berkunjung ke posko pengungsian di Desa Sulai, Kecamatan Ulumanda, Kamis (28/1/2021) siang tadi.

Ketiga Menteri langsung meninjau lokasi tempat pengungsian warga terdampak Gempa, di Kecamatan Ulumanda. Lalu berdialog dengan pengungsi, dan pemerintah kabupaten Majene. Hasilnya, pemerintah pusat akan segera mempercepat dan rekontruksi bangunan yang rusak terdakpak Gempa.

Baca juga  Ribuan Pemudik Padati Pelabuhan Makassar, Ruang Gerak di Berbagai Tempat Sangat Terbatas

”Setelah ini saya berharap secepatnya ada fase dari transisi menuju rekontruksi, terutama insfrastruktur sarana dan prasarana dan rumah penduduka yang terdampat gempa, dan pak bupati tadi menyampaikan bahwa mereka akan segera kembali ke rumah, tapi tidak langsung berada daalam rumah, nanti akan dibikinkan tenda-tenda di sekitarnya, agar mulai beradabtasi untuk menghilangkan rasa trauma,”ujar Menko PMK, Muhajir Effendi.

Baca juga  Disnakertrans Yogyakarta Gelar Rakortek Ketransmigrasian

Meski demikian, kunjungan tiga Menteri dan rombongan tersebut juga menyisakan kekecewaan bagi kepala Desa Kabiraan, Faharuddin. Menurut Faharuddin, dirinya  kecewa karena hari ini ia harus menyampaikan kondisi warganya di pengungsian kepada bapak Menteri.

“Saya harus menyampaikan kondisi di Kabiraan, karena sampai hari ini kondisinya masih sungguh sangat memprihatinkan, ada 1.400 jiwa yang lagi dipengungsian sederhana, kemudian ada yang sakit tadi malam harus dibonceng, karena kita kekurangan ambulance, kami dapat bantuan di jalan poros tidak bisa naik, karena tidak punya armada mengangkut naik, makanya hari ini kami ingin mendapat jawaban dari bapak Menteri maupun dari ibu Menteri tapi tidak diberi jawaban, kami kecewa,”ungkapnya.(Alim)

Baca juga  Catat, Mendagri Larang Lomba Agustusan 2021