Kabid Perumahan Dinas Perkimtan Majene, Bantah Lakukan Pungli Pengurusan IMB


Amril Salam (duduk paling kiri).

SULBAR99NEWS.COM–MAJENE, Kepala Bidang Perumahan Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pertanahan kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Amril Salam, angkat bicara terkait adanya tudingan, bahwa ia diduga telah melakukan pungutan liar (Pungli) pengurusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB), khususnya pembangunan perumahan.

“Apa yang dituduhkan kepada saya itu, baik yang ditulis di media maupun yang ditulis saudara Juniardi tidak benar, untuk itu hari ini juga kami datang dan membawa saksi pak Ridwan, nanti pak Ridwan yang menyampaikan. Olehnya itu kami minta kepada semua pihak, terutama yang menulis berita, maupun yang menulis surat untuk menyampaikan permohonan maaf pada kami, ini untuk kebaikan bersama,” kata Amril kepada sejumlah wartawan saat konferensi Pers di Cafe Diaz, Jum’at (16/7/2021).

Menurut Amril, klarifikasi yang ia sampaikan pada konfrensi pers, sebagai niat yang baik untuk memberikan pemahaman kepada media yang ada di Majene termasuk kepada salah satu rekanan (kontraktor) yang mengurus IMB.

Baca juga  Pelaku Tabrak Lari yang Videonya Viral di Medsos, Diamankan di Polres Mamuju

“Saya tegaskan bahwa terkait dengan IMB,  itu bukan urusan bidang perumahan, sama sekali bukan. Itu murni ranahnya Dinas PUPR. Makanya saya bingung kenapa saya yang dituduh melakukan pungli. Untuk itu, hari ini saya minta agar pemberitaan yang sebelumnya diralat, ini ada kesalahpahaman, sekali lagi saya tegaskan tidak pernah menerima uang,” tegasnya.

Sementara itu, menanggapi pertanyaan wartawan, salah satu rekanan, M.Ridwan yang sebelumnya juga disebut-sebut dalam pemberitaan diduga memberikan uang, terkait pengurusan IMB,  namun ia membantah jika apa yang ditulis dalam rilis maupun di media itu tidaklah benar.

“Kalau itu tadi tuduhan yang nabilang bapak, itu tidak benar pak. Kalau uang mau dikasih puang Amo (Amril Salam) Rp.160 juta itu tidak benar itu pak, saya baru keluar dari Masjid, Allah yang tahu. Saya berani bersumpah anakku ada, kalau saya pernah memberikan pada puang Amo,” ucap Ridwan dalam konferensi pers itu.

Baca juga  Banjir Mamuju, Sejumlah Ruas Jalan dan Perumahan Terendam Air

Di tempat yang sama, rekanan lainnya, Juniardi yang sebelumnya membuat rilis terkait dugaan pungli menyampaikan, bahwa kalau misalnya Ridwan tidak mengakui itu secara pribadi ia menyampaikan permohonan maaf.

“Kalau tidak mengakui itu, tapi mohon maaf ini pak Ridwan masih ingat dengan saya toh? yang waktu bulan puasa ke perumahannya toh? Tapi tidak usah bahas karena kita maunya kedepan baik, kita tidak usah perpanjang itu. Kalau memang pak Ridwan tidak melakukan itu, ya secara pribadi saya juga minta maaf,” ungkap Juniardi.

Di tempat berbeda, Kepala Dinas PUPR Majene, Inindria dikonfirmasi terkait dengan pengurusan IMB perumahan  yang dianggap lambat oleh Rekanan, ia  menyatakan sama sekali pihaknya tidak mempersulit.

Baca juga  Masa Tanggap Darurat Bencana di Sulbar Diperpanjang Hingga 4 Februari 2021

“Soal pengurusan IMB sama sekali kami tidak pernah mempersulit siapapun, apalagi kalau berkasnya lengkap. Kalau tidak lengkap maka dimintai syarat dan ketentuannya, kemudian soal biayanya itu sudah ada ketentuannya,” kata Inindria di ruangannya kepada wartawan. Jumat pagi (16/7/2021).

Inindria juga berharap agar setiap masyarakat, termasuk rekanan yang mengurus perizinan pembangunan perumahan agar senantiasa konsultasi terkait berkas administrasi perizinan. ”Supaya urusan perizinan itu lebih mudah dan cepat kalau berkasnya sudah lengkap, jadi sekali lagi saya sampaikan bahwa kami tidak pernah mempersulit pengurusan IMB, ”pungkasnya.

Sebelumnya, salah satu rekanan di Majene bernama Juniardi dalam rilisnya menyebutkan, pengurusan IMB di Dinas PUPR Majene dianggap lambat. Dalam rilis (Juniardi) yang ditulis di media juga menyebut nama Amril Salam selaku Kabid Perumahan pada Dinas Perkimtan diduga melakukan pungli terkait dengan pengurusan IMB. (Ali)