Kabar Baik, Semua OPD di Majene Akan Terapkan Bank Sampah


Wakil Bupati Majene Arismunandar narasumber lainnya saat Sosialisasi Penerapan Bank Sampah bagi OPD di ruang Rapat Wakil Bupati Majene. (foto : prokopim Majene)

SULBAR99NEWS.COM-MAJENE, Untuk mendukung program 100 hari Bupati dan Wakil Bupati Majene yaitu Majene Bersih, akan dilakukan penerapan Bank Sampah di tiap-tiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di wilayah Kecamatan Banggae dan Banggae Timur.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLHK) Sudirman, Jumat (24/9) mengatakan, untuk program bank sampah, sejak beberapa tahun lalu telah digaungkan melalui surat edaran Bupati Majene yang mewajibkan semua OPD membuat bank sampah.

Terbukti di beberapa OPD juga telah beroperasi seperti di Dinas PUPR, DPPA dan DLHK. Namun sejak mewabahnya covid 19 program tersebut agak tersendat. Dengan upaya penerapan kembali Bank Sampah tersebut, merupakan langkah dan momentum yang baik mengingat volume sampah di Majene kian bertambah seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk. “Adanya penambahan penduduk karena sebagai pusat pendidikan juga mempengaruhi volume sampah karena tiap hari juga memproduksi sampah, ” ucapnya saat kegiatan Sosialisasi Penerapan Bank Sampah bagi OPD di ruang Rapat Wakil Bupati Majene.

Baca juga  Pemkab Majene dan BDI Makassar Lanjutkan Kerjasama Tingkatkan SDM Industri

Sementara itu Wakil Bupati Arismunandar mengatakan, meskipun kegiatan tersebut untuk mendukung program 100 hari Bupati dan Wakil Bupati yang akan berakhir pada 27 September 2021 mendatang, ia berharap program tersebut akan tetap berjalan. Pasalnya persoalan sampah jika tidak ditangani dengan baik akan menjadi masalah. Sebaliknya dikelola dengan baik akan menjadi rezeki.

Baca juga  Majene Dievaluasi Kementerian PPPA, Apakah Termasuk Kota Layak Anak?

Ia mencontohkan penanganan Bank Sampah di Surabaya yang telah mendatangkan PAD, begitupula di Makassar. “Alhamdulilah ada upaya yang dilakukan Dinas LHK yang bermitra dengan Siaga 86, melakukan berbagai upaya mulai dari pengerukan sampah, drainase, normalisasi hingga pemotongan ranting pohon yang sudah tidak layak lagi, kami menginginkan kedepan upaya tersebut semakin baik didukung dengan penerapan bank sampah di tiap tiap unit di kantor,” sebutnya.

Aslan Sidang selaku narasumber yang juga Koordinator Relawan 86 mengatakan, penerapan bank sampah sangat berpotensi besar di setiap kantor kantor pemerintahan. Seperti penggunaan kertas setelah diprint, plastik dan lainnya. Hasil tersebut bisa di daur ulang dan dikelolah dengan baik melalui bank sampahnya. Terutama di sekolah sekolah dan pasar. Ia bersama siaga 86 siap menimbang hasil sampah yang didapatkan setiap hari termasuk juga berkoordinasi dengan pihak kelurahan kecamatan terkait pengelolaan sampah. “Semua kegiatan pembersihan dan penataan sarana pekuburan semuanya dari sampah dan kami kembalikan peruntukannya untuk masyarakat,” sebutnya. (ih)

Baca juga  Pilkada 2020, KPU Majene Dapat Hibah Rp22,5 Miliar, Bawaslu Rp6,6 Miliar