Jelang Lebaran, Pengunjung Pasar Malam Tinambung Membludak, Lalu Lintas Macet


SULBAR99NEWS.COM-POLMAN, Pasar Malam Tinambung Ramai, Lalu Lintas Macet tak satupun petugas di tempat mengatur jalur kendaraan. Beruntung ada masyarakat setempat mengatur lalu lintas sehingga kemacetan dapat diurai, Senin, 11 Mei 2021

Pada pasar malam Tinambung, dipadati sejumlah pedagang menjajakan dagangannya, mulai dari pakaian, aksesoris, makanan, dan lain lainnya. Akibatnya kemacetan lalu lintas di kawasan pertokoan simpan empat jalan poros provinsi di kecamatan tinambung kabupaten Polewali mengarah ke kabupaten Majene tak dapat terelakkan.

Pasar malam Tinambung ini terbuka dua kali seminggu, yakni pada malam Selasa dan malam Sabtu, yang berlokasi di kawasan lampu merah Tinambung Kecamatan Tinambung Kabupaten Polman. Pada malam ke-29 Ramadhan ini, mendadak ramai dengan pedagang dan pembeli yang membludak datang dari beberapa daerah pedesaan.

Baca juga  Lelaki Paruh Baya yang Hilang di Bukit Semen Simboro Berhasil Ditemukan Tim SAR

Arus lalu lintas di sekitar pasar tersebut macet, disebab lahan parkir yang tidak memadai sehingga para pengunjung memarkir kendaraannya di badan jalan, sehingga menutupi sebagian badan jalan. Puncak kemacetan di saat masyarakat pulang dari mesjid melaksanakan tarawih

Baca juga  Jempol, Pulang dari Gorontalo, Warga Teppo Inisiatif Isolasi Mandiri di Kebunnya

Tak hanya itu, kerumunan di pasar malam tersebut juga tak mengindahkan protokol kesehatan dan aturan pembatasan sosial, terlihat dari beberapa orang yang tidak memakai masker,

Salah seorang pengendara motor di sekitar kawasan tersebut mengatakan, pasar kaget itu ramai sekali mungkin dikarenakan mendekati lebaran. “Selama bulan puasa ini, barusan malam ini pengunjung membludak tak seperti malam-malam biasanya ,” ujar pengendara motor tersebut.

Berdasarkan pantauan, pedagang pasar malam menggunakan satu ruas jalur untuk berjualan. Namun menjelang lebaran, kondisinya makin ramai seiring pedagang yang ingin mencari keuntungan sebelum Hari Raya Idul Fitri.

Baca juga  Nelayan Paccumi Sahril yang Dikabarkan Hilang di Perairan Palipi Somba Telah Kembali

Sementara itu, salah seorang pedagang di pasar malam yang baru ikut menjual di kawasan itu mengatakan, situasi tersebut tak lepas dari tekanan kebutuhan ekonomi semenjak pandemi Covid-19.

“Tak ada jalan lain selain berdagang untuk mencukupi kebutuhan makan keluarganya. Pendapatan saya merosot tajam,” ujarnya seraya berharap Pemerintah setempat memberikan dispensasi bagi pedagang untuk dapat berdagang hingga waktu lebaran nanti. (Syarifuddin Andi)


PERISTIWA