Jaoge, Sejenis Mangga Yang Konon Hanya Bisa Tumbuh Di Mandar

  • Bagikan
MANGGA JAOGE. Konon mangga ini hanya bisa tumbuh di Tanah Mandar. Rasanya sangat kecut jika mentah tapi sangat manis jika sudah matang. (Foto : Idham/Sulbar99)

SULBAR99.COM.MAJENE– Menyebut Mangga Jaoge, pastilah semua masyarakat yang tinggal di Majene tahu persis. Pasalnya, sebelum Mangga Harumanis dan mangga berukuran besar lainnya merambat ke daerah Majene, Mangga Jaoge menjadi salah satu mangga terbaik dan primadona di Kabupaten Majene. Bentuknya yang mugil dan kulitnya yang halus serta rasanya yang manis menjadikan Mangga Jaoge tetap jadi primadona meskipun mangga sejenis Harumanis, Manalagi dan mangga besar lainnya banyak beredar dan tumbuh  di Majene.

Mangga Jaoge atau orang Mandar menyebutnya Kacci Jaoge adalah sejenis mangga berukuran kecil yang konon hanya bisa tumbuh di Tanah Mandar. Sebelum buahnya matang atau masih mentah, Kacci Jaoge dijadikan sebagai bahan baku utama pembuatan Asam Mandar (Pammaissang). Hal ini karena Kacci Jaoge memiliki rasa yang sangat kecut jika masih dalam keadaan mentah, sehingga masyarakat Mandar menjadikan Kacci Jaoge sebagai bahan pembuatan asam.

Asam mangga dibuat dengan cara kulit mangga dikupas. Setelah dikupas, mangga tersebut dicuci dan dikeringkan sejenak. Tak lama kemudian, buah Mangga Jaoge yang telah bersih tersebut dipotong memanjang dengan cara yang khusus yaitu pisau dipukul-pukul dengan arah tajam menghadap ke buah mangga sehingga menghasilkan potongan buah mangga yang memanjang dan tipis. Setelah dipotong memanjang, Mangga Jaoge siap dijemur. Lama penjemuran untuk menjadi Pammaissang  tergantung kondisi cuaca. “Jika cuaca cerah, mungkin bisa dua sampai tiga hari,” Ujar Indo Koje, salah seorang penjual Pammaissang. Setelah warna mangga sedikit kecoklatan, maka Pammaissang siap digunakan.

Baca juga  Karumbane, Siput Laut Khas Mandar yang Kaya Protein dan Asam Amino
Baca juga  Lima Kombinasi Makanan Sehat Jika Dikomsumsi Bersamaan Dapat Membahayakan

Di Mandar, kuliner Ikan Rebus (Bau Piapi) merupakan kuliner tradisional yang juga sangat digemari karena rasanya yang enak dan baunya yang harum. Nah, masakan Bau Piapi ini tidaklah menjadi Bau Piapi jika tanpa asam mangga. “Bau piapi tanpa pammaissang (asam mangga) itu tidak enak rasanya, sebab dimana ada bau piapi, pasti ada pammaissang,” Ujar Sanawiah, salah seorang warga yang ditemui di pasar tradisional Majene.

Baca juga  Rahmat Zena, Kenalkan Kue Mandar Tallo Panynyu di Bandung Jawa Barat

Ketika Mangga Jaoge matang, rasanya sangat manis.”Waktu belum matang rasanya sangat kecut, waktu sudah matang rasanya sangat manis, “ Tambah Sanawiah. Pada Musim Mangga Jaoge seperti saat ini,  harganya tergolong sangat murah dan sangat melimpah buahnya. “kalau lagi banyak-banyaknya, harganya bisa Rp10ribu satu dos,” Ujar Sanawiah.

Penjual Mangga Jaoge tersebut yang juga punya kebun Mangga Jaoge berharap kepada Pemerintah agar menjadikan Mangga Jaoge sebagai komoditas yang bisa berproduksi menjadi sesuatu yang berharga. “Kalau Cuma dijual, untungnya tidak berarti, tapi kalau pemerintah campur tangan mengajari kita mengolah Mangga Jaoge menjadi sesuatu yang bernilai mahal, maka kita bisa untung lebih besar lagi, ”Ungkapnya seraya menyebut Mangga Jaoge bisa dibuat kripik sebagai oleh-oleh khas Mandar tapi dibantu sama pemerintah. (IH)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *