Anggota DPRD Sulbar Itol Saiful Tonra Kembali Gelar Reses di Buttu dan Rusu-rusung Majene


SULBAR99NEWS.COM-MAJENE, Seperti biasa, anggota DPRD Sulbar Drs. Itol Saipul Tonra, MM di pertengahan tahun anggaran, menggelar reses di dua tempat berbeda, yakni di lingkungan Buttu kecamatan Banggae Timur dan lingkungan Rusu-rusung Battayang kecamatan Banggae untuk menyerap aspirasi masyarakat, Kamis, (03/06/2021).

Dari dua lokasi reses digelar pada sesi awal, Itol Saiful Tonra menyampaikan dasar pelaksanaan reses dan dalam hasil rapat badan musyawarah DPRD Provinsi Sulbar tahap dua masa persidangan ketiga tahun anggaran 2021. “Sebelum turun reses, ada prosedur yang dilakukan seperti dasar pelaksanaan melalui hasil rapat badan musyawarah, artinya, ada dasar hukum yang jelas,”kata Itol.

Baca juga  Ketua DPRD Pasangkayu Mengutuk Keras BOM di Gereja Katedral Makassar

Dalam kegiatannya, politisi PDI Perjuangan itu menerima sejumlah usulan dan kegiatan dari masyarakat. Beragam isu program, mulai dari bantuan pertanian, seperti embung, peningkatan jalan produksi, bibit ternak, armada sampah, keagamaan dan sebagainya. “Perlu dipahami batas pengusulan program tahun anggaran 2022 berakhir akhir bulan Maret lalu, olehnya usulan yang diterima di reses tahap dua masa sidang ketiga ini, sesuai kewenangan diupayakan terkaver di tahun anggaran 2023,” terang Itol.

Baca juga  Dialog dengan Kelompok Tani Nelayan, Itol Himbau Waspadai Penyebaran Corona

Dikatakan, adanya perubahan regulasi pembagian kewenangan dibutuhkan kerja ekstra bagi setiap wakil rakyat, edukasi serta pemahaman perlu dilakukan untuk menghindari timbulnya persepsi negatif. “Ini perlu disampaikan masalah pembagian kewenangan agar tidak ada anggapan yang keliru dari masyarakat. Contoh misalnya kegiatan yang menjadi kewenangan provinsi, dengan adanya regulasi baru menjadi ranah pusat atau kabupaten, ujungnya kita yang disalahkan,” jelasnya.

Baca juga  KUPA-PPAS APBD Perubahan 2021 Majene Ditetapkan

Sebelum menutup sesi dialognya, mantan wakil bupati Majene itu mewanti-wanti kepada peserta yang hadir agar usulan dalam bentuk proposal dan kelompok, bukan perorangan. (Satriawan-adv)