Terbaik terbaik

Israel Didukung Adidaya, Palestina Dibela Setengah Hati


Oleh : Annida Indah Khofiyah
(Siswa SMKN 2 Majene)

Bismillahirrohmanirrohiim…..
Konflik Israel-Palestina kembali memanas, pada 10 hari terakhir ramadhan kemarin, saat umat muslim di Palestina sedang melakukan itikaf di dome of rock, serangan brutal Israel terjadi, para zionis tersebut dengan kejam menembaki mesjid dan masuk secara paksa menggunakan sepatu kotornya untuk memaksa agar para umat muslim yang ada didalamnya keluar dari mesjid, namun dengan kegigihan umat muslim yang ada di dalam mesjid tersebut tetap berada di dalam untuk mempertahankan mesjid mereka.

Tetapi beberapa saat setelah mempertahankan mesjid, mereka kemudian menutup semua akses pintu agar para zionis tidak dapat masuk, namun akhirnya mereka berhasil masuk menembus pertahanan umat muslim yang ada didalamnya. Diketahui saat awal penyerangan, sekitar 42 orang warga Gaza tewas termasuk 10 anak-anak, masih berlanjut dan terus berlanjut penyerangan tersebut menewaskan lebih banyak korban lagi sebanyak ratusan warga gaza ditembaki dan tewas termasuk anak-anak dan wanita, dan sisanya warga sipil laki-laki dan beberapa dibawa ke rumah sakit untuk langsung di tangani medis karena mengalami luka-luka yang berat.

Baca juga  Utang Luar Negri Bertambah Seakan Menjadi Prinsip dan Solusi

Kemudian para anggota OKI melakukan forum diskusi untuk membahas mengenai masalah terkait. Hadir pula Menlu Retno yang menyampaikan 3 langkah kunci untuk membela Palestina di dalam forum yakni pertama harus adanya persatuan diantara seluruh anggota OKI, kedua OKI harus segera melakukan upaya gencatan senjata dan yang ketiga adalah OKI harus tetap fokus untuk terus membantu kemerdekaan bangsa Palestina dengan melakukan pendorongan negosiasi multilateral.

Baca juga  Perjanjian Ekonomi RCEP, Indonesia Untung atau Buntung?

Serangan brutal Israel terhadap Palestina telah memancing perhatian seluruh dunia, namun kekuatan Israel yang didukung AS tidak pantas hanya dihadapi dengan kecaman dan beragam resolusi. Termasuk apa yang dilakukan negara arab dan dunia Islam lewat OKI hanya menunjukkan pembelaan setengah hati. Problem krisis Palestina bukan hanya bisa diselesaikan dengan menghapus eksistensi entitas Israel zionis dari tanah kharajiyah palestina, namun membutuhkan kesatuan kekuatan politik dan militer negara Islam.

Dari semua problematika yang terjadi termasuk konflik yang terjadi antara Israel-Palestina tersebut dapat menumbuhkan kesadara di dalam diri kita bahwa sebenranya tidak ada solusi yang dapat menyelesaikan problematika tersebut di tengah-tengah sistem yang juga bobrok, karena akar permasalahannya adalah sistemnya yang rusak, sehingga yang harus diperbaiki atau diganti adalah sistemnya, satu-satunya solusi dan jalan keluar bagi seluruh problematika umat yang terjadi adalah dengan tegaknya sistem Islam Khilafah mihaj al nubuwwah. Dengan begitu solusi seperti keuatan politik dan adanya militer dapat turun langsung membantu saudara-saudara kita yang ada di Palestina.

Baca juga  Pencabutan Perpres Investasi Miras dan Harapan Negeri Bebas Miras

Oleh karena itu, marilah bersama-sama kita satukan barisan dalam memperjuangkan tegaknya daulah Khilafah, karena berkoar-koar mendukung mereka tidak cukup, tetapi dengan bersatu dan bersama-sama kita berada dalam satu barisan untuk memperjuangkan kembali tegaknya daulah khilafah, InsyaaAlloh Kebebasan dan kemerdekaan Palestina bisa segera diraih, Aamiin Allahumma Aamiin.
Wallohualam bissowab.