Islam Menjadi Inspirasi, Aspirasi dan Solusi


Oleh : Ummu Khalid

Kita telah menyaksikan kondisi dunia Islam saat ini, dan mendapati bahwa Islam tidak lagi menjadi sebuah tubuh yang utuh apalagi sempurna. Fakta terakhir dan menjadi catatan penutup di tahun 2020 adalah pencabutan legalisasi salah satu Ormas Islam oleh pemerintah.Sebelum itu, berbagai catatan buruk telah terjadi.

Gelombang besar PHK akibat pandemi, angka pasien terinfeksi Covid-19 dan kematian akibatnya makin tinggi, sejumlah ibu membunuh anak kandung karena stres, siswa bunuh diri karena pelajaran, tingginya angka gugat cerai dan kasus kekerasan di rumah tangga, kasus kriminalitas yang semakin banyak, tuntutan memerdekakan wilayah yang makin masif, korupsi yang dilakukan dua orang menteri, dan sebagainya.

Problem multidimensi ini terjadi bukan hanya karena pemimpinnya. Jika persoalannya hanya personel, harusnya sudah selesai dengan pergantian presiden. Nyatanya, meski rezim berganti berulang kali, kita tak kunjung keluar dari kubangan masalah.

Demikian kita melihat bahwa upaya pemimpin dalam mengatasi setiap problematika kehidupan saat ini hanya sebatas pada tindakan reshuffle kabinet yang pada akhirnya tetap akan mengandalkan akal manusia yang lemah sebagai dasar dalam membuat suatu kebijakan aturan. 

Baca juga  Produksi Film Berbalut Liberalisasi

Maka dari itu, akar masalahnya bukan terletak pada personal saja. Tapi pada persoalan sistemis, yaitu bahwa negara ini menganut sistem sekuler liberal, yang menjauhkan agama dari kehidupan. Menjadikan agama sebatas hanya inspirasi dan bukan aspirasi. Seperti yang di tegaskan oleh Bapak Menteri Agama yang baru Gus Yaqut setelah pelantikan “agama harus dijadikan sebagai sumber inspirasi bukan aspirasi” (antaranews, Rabu 23 desember 2020). 

Secara umum, ia mengatakan Indonesia berdiri dengan penuh keberagaman mulai dari agama Islam, Katolik, Kristen, Budha, Hindu dan Konghucu. Oleh karena itu, bila ada pihak-pihak yang ingin menghilangkan salah satu atas dasar agama, hal itu sama saja tidak mengakui Indonesia.

Secara fakta memang terbentuk keberagaman agama di Indonesia namun secara aqidah kita hanya meyakini bahwa islamlah satu-satunya agama yang benar. Allah Azza wa Jalla berfirman: إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ ۗ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَّا مِن بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ ۗ وَمَن يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ “Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam.

Baca juga  PENGHINAAN TERHADAP NABI MUHAMMAD SAW KEMBALI TERJADI, KAUM MUSLIM BUTUH KHILAFAH

Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi Al-Kitab, kecuali setelah mereka memperoleh ilmu, karena kedengkian di antara mereka. Barangsiapa yang ingkar terhadap ayat-ayat Allah, maka sesungguhnya Allah sangat cepat perhitungan-Nya.” [Ali ‘Imran: 19] Referensi: https://almanhaj.or.id/1328-islam-adalah-satu-satunya-agama-yang-benar-1.html.

Islam Agama Sempurna, Mengatur Seluruh Aspek Kehidupan

Hanya Islam lah agama yang diridhai Allah. Islam merupakan din yang sempurna, yang seluruh ajarannya bersumber dari wahyu Ilahi yang tidak akan berubah sampai kapan pun, telah memberikan aturan-aturan dengan terperinci, sehingga seluruh problematik hidup makhluk-Nya dalam situasi dan kondisi apa pun dapat diselesaikan dengan memuaskan tanpa ada satu pun yang dirugikan, karena aturan-aturan tersebut senantiasa memuaskan akal dan sesuai dengan fitrah manusia.Islam agama yang menentramkan jiwa.

Karena Islam lahir dari Dzat yang menciptakan manusia yang Maha Mengetahui hakikat makhluk yang diciptakannya, bukan buatan manusia.Sangat jelaslah bahwa Islam menjadi inspirasi terbaik karena bersumber dari wahyu hingga mampu merespon dinamika persoalan sepanjang waktu. Namun tidak berhenti sampai pada inspirasi, untuk mewujudkan keadilan dan kesejahteraan masyarakat maka tentunya juga islam menjadi aspirasi bagi umat untuk terus menerus diperjuangkan sampai pada diterapkannya kembali syariah islam secara kaffah. 

Baca juga  Ironi Impor Beras Menjelang Panen Raya, Untuk Siapa?

Karena Allah memerintahkan kita, umat Islam untuk masuk ke dalam Islam secara keseluruhannya, kaaffah sehingga akan membawa kepada kebahagiaan yang sesungguhnya. Allah Ta’ala berfirman,يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِين “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS Al-Baqarah: 208) Allah telah menciptakan manusia sekaligus telah memberikan aturan yang sedemikan rinci untuk hamba-Nya, tidak ada satu pun aspek kehidupan yang luput, seluruhnya diatur oleh Islam, dari mulai bersuci hingga pun penyelenggaraan negara, seluruhnya diatur oleh Islam, yang dengan aturan-aturan tersebut manusia dapat menjalani kehidupan ini dengan benar dan teratur, dan pada akhirnya akan bisa membawa kepada kebahagiaan dunia dan keselamatan akhirat.

Mewujudkan Islam rahmatan lil alamin. Hikmah: Allah SWT berfirman:وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلاَّ رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ Tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad) kecuali sebagai rahmat bagai seluruh alam. (TQS al-Anbiya [21]: 107). Wallahu a’lam bishshawwab. 


OPINI