Ini Klarifikasi Ketua DPRD Majene Terkait Awak Media di RDP Bahas Almaida

  • Bagikan
Salmawati Djamado, Ketua DPRD Majene

SULBAR99.COM-MAJENE, Ketua DPRD Majene Salmawati Djamado sampaikan permohonan maaf atas kericuhan yang terjadi dalam rapat dengar pendapat (RDP) membahas meninggalnya pasien Almaida, Selasa, (28/1/2020) di Gedung DPRD Majene.

Ditemui di kediamannya, Salmawati sampaikan permohonan maaf atas kejadian siang tadi di ruang rapat DPRD Majene.

Berikut klarifikasinya :

Saya menyampaikan ke awak media untuk menunggu di luar ruangan, itu karena pembahasan diawal membahas tentang riwayat penyakit keluarga almarhum. Secara etika, itu tidak baik untuk dibahas di publik. Dimana hati kita membahas penyakit orang yang telah meninggal, keluarga almarhum lagi berduka, kita malah berdebat membahas kematiannya, lebih baik kita banyak do’akan almarhum. Kecuali, kalau pihak keluarga bertandatangan untuk setuju dibahas, ada surat pernyataannya, baru kami siap bahas secara umum. Ini saya bahasakan dalam forum rapat tadi. Kalo selesai dibahas, baru awak media boleh meliput, sambil kita juga akan menyampaikan kesimpulan di konferensi pers.

Saya sebagai Ketua DPRD sangat terbuka, wartawan WA saya, saya merespon. Dan semua orang. Saya juga sangat menerima masukan apalagi kritikan khususnya untuk jabatan saya,, tapi tolong, tolong, jangan menghina saya secara pribadi apalagi didepan publik. Teriakan Ketua DPRD Bodoh yang dilontarkan itu sangat tidak pantas, apalagi pakai drama menggebrak meja. Ini adalah lembaga negara, kita semua dipanggil yang terhormat, HARUS MENJAGA ETIKA DAN SOPAN SANTUN SERTA SALING MENGHARGAI. Jangan pas kampanye baru kita berkata manis, kalau sudah menjabat sudah seenaknya. Jabatan itu cuma sementara, dan bisa lepas begitu saja. Saya terima kalau saya bodoh, banyak kekurangan, saya juga terjun ke politik penuh proses pembelajaran sampai skrg, tapi kritik saya dengan baik. Saya juga demikian, saya menghargai orang lain krn begitulah kita sebagai manusia.Saya sebagai Pimpinan DPRD tidak pernah menyetujui atau sepakat terkait pembagian tupoksi kerja. Kita semua membaur, karena itulah tugas pimpinan, harus memahami semua elemen yang ada di kelembagaan. Jangan lancang dan melampaui wewenang dengan embel-embel jabatan dan sikap premanisme, jabatan itu sementara, dan kita tidak selamanya dalam keadaan sehat wal afiat.

Saya orangnya paling terbuka kepada siapapun, dan paling menghargai sesama manusia, apalagi orang tua dan senior-senior. Saya akan tetap menjaga etika saya, tutur kata saya, kepada siapapun, karena saya hanyalah manusia biasa, jabatan itu hanyalah sementara. (Satriawan)

  • Bagikan