Ikhsan, Seorang Tukang Becak Yang tetap Berpuasa Meski Seharian Narik Becak


Sulbar99.com. Meski seharian melakukan pekerjaan berat, seorang tukang becak, Ikhsan, tetap berpuasa hingga bedug maghrib berbunyi. Pekerjaannya sebagai penarik becak tak menghalangi dirinya untuk melaksanakan ibadah puasa. Tukang becak bukanlah pekerjaan mudah, bahkan hingga hari ini, profesi sebagai tukang becak menjadi suatu profesi langka di dunia karena masih menggunakan tenaga manusia sepenuhnya sebagai alat transportasi untuk menjalankan becak.

Ditemui disela-sela istirahat di pangkalannya depan Bank BTPN Wilayah Majene, Ikhsan menceritakan kalau puasa di bulan ramadhan sambil menarik becak merupakan sesuatu yang sudah lama dia lakoni. “Sejak tamat SMA, saya sudah menjadi tukang becak. Umur saya sekarang sudah 52 tahun, “ Ujarnya sambil sesekali melap keringat didahinya yang sesekali terkucur.

Baca juga  Kombes Sabilul Alif : Polisi Santri Yang Jadi Ajudan Wakil Presiden RI

Bagi lelaki yang telah memiliki dua orang anak ini, tukang becak menjadi salah satu pekerjaan yang cocok dengan dirinya.”Maumi diapa, Cuma tukang becak yang bisa saya lakukan, kalau saya tidak kerja, anak istri saya mau makan apa,”lanjut Ikhsan dengan nada sendu.

Baca juga  Konferwil NU Sulbar Digelar di Majene, Kokohkan Islam Nusantara Untuk Peradaban Dunia

Ikhsan yang masih tinggal dirumah pinjaman salah seorang mantan Anggota dewan di pesisir pantai Garogo mengaku puasanya dalam bulan ramadhan selalu penuh.”Kecuali kalo lagi sakit, tidak puasa ki karena saya kalau sakit, kayak sakit perut, tidak bisa bergerak di tempat tidur, sakit sekali,”Tambahnya.

Ikhsan yang hari ini mendapatkan penumpang hingga sepuluh orang merasa bersyukur karena Tuhan memberinya rejeki yang banyak.”Biasanya dalam sehari banyakmi kalau dapat empat penumpang, Alhamdulillah, banyak lagi penumpang,”Ujarnya dengan senyum lebar. Dia yang masih membawa becak milik orang mengaku selalu menyisihkan uangnya untuk sewa becak yang biaya sewanya Rp.5ribu sehari.

Baca juga  Hewan Ternak Masuk Pekarangan Orang, Pemilik Terancam Denda Rp50 Juta

Ikhsan sangat berharap jika nanti nanti kelak bisa  beli becak bekas.”Enak juga kalau becakta sendiri, tidak perlu lagi disewa. Mau sekali beli tapi uangku belum cukup,” Ungkap lelaki yang pandai beladiri tradisonal Kontau ini sambil menutup pembicaraan karena seorang penumpang memanggilnya untuk naik becak. (IH)


NASIONAL