Hingga Desember 2019, Tercatat 53 Pasien Demam Berdarah di Majene


Nyamuk Aides Agypti, penyebab utama wabah DBD. (foto : hallosehat.com)

SULBAR99.COM-MAJENE, Hingga Akhir Desember 2019, berdasarkan data dinas kesehatan Kabupaten Majene, tercatat 53 pasien demam berdarah yang tersebar di Kabupaten Majene.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majene, Dr. Rakhmat Malik yang dihubungi, Selasa (31/12/2019) mengungkapkan, periode Januari hingga Desember 2019, terdapat 53 pasien demam berdarah, yang sudah positif melalui proses pemeriksaan laboratorium dan pemerikaaan trombosit.

“Hingga Desember ini, 53 pasien demam berdarah dan penyebarannya tidak merata,” ungkap Dr. Rakhmat.

Baca juga  Subuh Ini, Satu Lagi Pasien Covid-19 dari Somba Meninggal

Mantan direktur RS Majene itu menambahkan, kondisi itu belum bisa disebut keadaan luar biasa (KLB) karena penyebarannya tidak merata dan tidak tiap minggu kejadiannya. “Belum, belum bisa disebut KLB karena penyebarannya masif dan tidak merata,” tambahnya.

Dia menambahkan, ada kepanikan masyarakat saat ini terhadap wabah demam berdarah.” Namun kita tetap waspada, apalagi kalau dalam sebulan kedepan terjadi musim hujan,” ujarnya.

Baca juga  Lagi, bertambah Satu Pasien Positif Covid19 Sembuh, Kini Menjadi 23 kasus Sembuh

Olehnya itu, Dinkes selalu memberikan sosialisai dan himbauan kepada masyarakat tentang pencegahan penyakit DBD. ” Kita sudah menyampaikan ke semua puskesmas untuk menghimbau kepada masyarakat, baik itu melalui masjid untuk tetap waspada dan terus melakukan upaya pencegahan DBD,” ungkap Rakhmat.

Dia menambahkan, pihaknya akan melakukan fogging jika terdapat pasien demam berdarah dan positif berdasarkan pemeriksaan Laboratorium. ” Pasti kita lakukan fogging jika ada yang positif DBD,” ujarnya.

Baca juga  Seorang Warga Labuang Majene Positif Covid19

Sementara itu, direktur RSUD Majene dr. Yupie yang dihubungi terkait pasien DBD di RS ponselnya tidak aktif. Beberapa kali dihubungi namun tetap saja nomor ponsel yang belum lama jadi direktur itu tetap saja tidak bisa dihubungi. (Satriawan)


COVID19