HIJRAH MEWUJUDKAN ISLAM KAFFAH



Oleh : Yozii Asy Syarifah

Bertepatan dengan tahun baru hijriah1 muharram 1441, media sosial twitter dibanjiri pesan dengan tagar bertema khilafah dan hijrah : #weWantKhilafah, #KhilafahWillBeBack,#HijrahMenujuIslamKaffah, MomentumHijrahSyariahKaffah.

Tagar yang menjadi trending tersebut disertai foto-foto dan video massa membawa bendera bertuliskan kalimat tauhid berwarna putih dan hitam, dari pagi hingga siang hari terus bertambah.

Sementara itu di Solo juga digelar parade ukhuwah yang dihadiri oleh Ust. Felix Siauw. Ust. Felix mengatakan ukhuwah merupakan salah satu kenikmatan yang diberikan Allah kepada ummatnya. Namun tidak semua mendapatkan kenikmatan tersebut. “Allah memberikan kenikmatan kedua setelah iman, yang tidak diberikan kesemua orang yaitu nikmat ukhuwah, persaudaraan”.

Siapa saja yang telah bersyahadat dan mengaku beriman maka ikatan yang ada diantara mereka adalah ikatan aqidah. Kaum muslim dipersaudarakan karena keislamannya bukan hanya sekedar karena kesukuan ataupun karena satu kebangsaan.

Baca juga  Megaproyek Islamofobia di Tengah Pandemi

Sayangnya saat ini ada yang mengaku beriman kepada Allah SWT, mengimani Rasulullah SAW, namun justru mereka yang terang-terangan menolak diterapkannya syariat islam dalam kehidupan.

Jika kita menengok kembali sejarah bagaimana ketika Rasulullah mulai menyampaikan Islam. Dimana masyarakat Makkah dari segi akidah dipenuhi dengan kemusyrikan. Walaupun pada saat itu orang-orang Quraisy meyakini bahwa Allah SWT adalah pencipta segala sesuatu sebagaimana yang digambarkan dalam Q.S Luqman : 25 dikatakan : dan sungguh, jika engkau muhammad tanyakan kepada mereka “ siapakah yang menciptakan langit dan bumi.? Tentu mereka akan menjawab “Allah”. Katakanlah Segala Puji Bagi Allah,” tetapi kebanyakan dari mereka tidak mengetahui.

Dalam menjalani kehidupannya orang-orang Quraisy membuat patung sesembahan. Kemudian dari aspek sosialnya sungguh sangat menyedihkan disebabkan tidak ada satupun aturan yang ada pada saat itu yang berpihak kepada wanita, bayangkan saja 1 wanita boleh dinikahi sebanyak 10 orang pria, setelah wanita mengandung dia akan memilih siapa yang layak menjadi bapak dari anaknya. Nauzubillah.

Baca juga  Kehebatan Khilafah Menjaga Ekologi, Banjir Tak Akan Terjadi

Dan setelah datangnya Islam kondisinya mulai berubah walaupun halangan rintangan dan penindasan yang diterima oleh Rasulullah SAW dan para Sahabat namun akhirnya sampailah pada momentum Hijrah dari kondisi jahiliyah menuju kondisi Islami, dari Makkah menuju Madina. Kota Madina merupakan tempat yang dipilih oleh Allah untuk menjadi titik sentral perjuangan umat islam.

Saat ini kita mendapati kondisi lingkungan bermasyarakat dan bernegara yang bermasalah, akibat pemecahan problematika kehidupan yang disandarkan pada kecerdasan manusia bukan disandarkan pada wahyu yang diturunkan oleh Allah SWT. Berbagai problematika tak kunjung usai mulai dari tatanan keluarga yang rusak, masyarakat yang individualis, hingga negara yang berpihak hanya pada para kapitalis.

Baca juga  PPKM : Penanganan Pandemi Sebabkan Konflik Masyarakat?

Sudah saatnya kita hijrah dari sistem yang rusak dan merusak ini menuju sistem yang sempurna yang bersumber dari Allah SWT dan menerapkan syariat Islam secara sempurna dalam kehidupan, sehingga dapat menjadi satu kesatuan dalam membangun peradaban Islam yang gemilang.

Sejarah mencatat selama 13 abad Islam diterapkan dalam kehidupan, terbukti menjadi perisai umat, menjaga aqidah, jiwa, dan harta kaum muslim dan menjadi rahmatan lil’alamin. Maka sudah saatnya kita melangkahkan kaki menuju peradaban gemilang dengan ditegakkannya seluruh aturan Islam dalam Institusi Negara yang akan mengangkat derajat kaum muslimin serta membawa rahmat bagi seluruh alam.
Wallahu’alam bish shawab.


OPINI