Hasriadi : RS Majene Harus Siap Rawat Pasien Corona


Anggota DPRD Majene Hasriadi

SULBAR99NEWS.COM-MAJENE, Hingga saat ini, pasien yang terindikasi dan dinyatakan positif rapid test maupun positif Swab Test, RS Majene langsung merujuk ke RS. Regional. Berbeda dengan empat kabupaten lainnya di Sulbar, yang merawat sendiri pasien positif swab di RS setempat.

Seperti di Pasangkayu, pasien positif covid dirawat di RS Pasangkayu, demikian pula Mamuju Tengah yang dirawat di gedung karantina Salugatta. Di Polman, pasien positif covid dirawat di dua RS, yaitu RS Polman dan RS Pratama Wonomulyo.

Berbeda dengan Majene, semua kasus positif langsung dirujuk ke RS Regional, padahal hanya Mamuju dan Majene yang memiliki dokter spesialis Paru, dokter yang ahli menangani covid19.

Baca juga  Itol Saiful Tonra Hadiri Rapat Paripurna Pengesahan Tata Beracara BK DPRD

Anggota DPRD Majene Hasriadi yang diminta tanggapannya, Jumat (29/5/2020) terkait hal tersebut mengatakan, RS Majene harus siap merawat pasien positif covid19. “Saat RDP dengan direktur RS Majene, dia menyampaikan bahwa RS Majene bukan RS rujukan. Yang kita sampaikan sekarang ini kita dalam penanganan bencana. Kalau bencana itu, misalnya banjir, ban bekas pun dijadikan alat pelampung. Jadi dalam kondisi seperti ini, apapun kelasnya RS Majene, kita harus mempersiapkan manakala ada yang positif, RS. Regional menolak, RS Polewali menolak, satu satunya jalan kita harus rawat sendiri karena kita punya dokter ahli,” tutur Hasriadi.

Baca juga  Anggota DPRD Sulbar Itol Saiful Tonra Hearing Dialog, Tampung Aspirasi

Politisi PAN itu menambahkan, hasil kesepakatan kemarin saat RDP, sudah dipersiapkan dengan pembiayaannya maupun sarana dan prasarananya. Yang sudah terbuka (siap rawat pasien covid) itu baru dua kamar. Empat kemudian akan menyusul. Mungkin sudah siap semua enam ruangan karena sudah lebih dari dua pekan,” tambah Hasriadi.

Yang jelas, lanjut Hasriadi, kalau ada warga majene terindikasi positif, RS Majene sudah siap lakukan penanganan.”Majene sudah siap melakukan penanganan sendiri, tidak lagi merujuk klo ada yang terindikasi. Majene sudah mempersiapkan biaya untuk penanganan sepanjang RS Regional full. Ada enam ruangan yang disiapkan,” ujarnya.

Baca juga  Pemandangan Umum Fraksi Kebangkitan Nasional Terhadap Ranperda Pertanggungjawaban APBD Sulbar 2020

Terkait dokter ahli Paru Majene yang diperbantukan di RS Regional, Hasriadi menegaskan, kalau diperbantukan, manakala ada tugas pokok yang mendesak, tentu tugas pokok yang diutamakan. “Paling tidak ada on call, siap sedia untuk ditelepon kalau sewaktu waktu Majene membutuhkan. Kan tugas pokoknya di Majene,” tutup Hasriadi. (Satriawan)


PARLEMEN