Harapan Hadirnya Tata Kehidupan Baru


Oleh : Salma

Banyak Kritik Disuarakan Oleh Masyarakat Berbagai Latar Belakang

Pandemi yang berkepanjangan semakin membuka mata masyarakat akan rusaknya sistem di Indonesia saat ini. Kritik yang pedas hingga kritik yang dibarengi lawakan bermunculan menghiasi social media.

Di akun @kr1t1kp3d45_back di twitter terdapat sebuah video yang telah diretweet sebanyak 491 kali. Di video tersebut tampak seorang TKI dengan tegas mengomentari kasus Harun Masiku. “Masalah inyong apa pulang ditangkap? Inyong merugikan negara, ora. Korupsi duit rakyat, ora. Nyusahin rakyat, ora. Ngibulin rakyat Indonesia ya juga ora. Lah terus salah inyong apa ne ditangkep? Yang seharusnya ditangkep ya lo Harun Masiku ditangkep lo, Harun Masiku. Udah jelas maling duit rakyat, korupsi duit rakyat,” ujarnya.

Tak hanya rakyat biasa, bahkan beberapa comedyan juga ikut angkat bicara mengenai buruknya sistem pemerintahan di Indonesia saat ini. Seperti Abdur Arsyad yang melakukan live di Ignya @abdurarsyad. “Pakar-pakar kan sudah kasih pandangan, bantahan, ikuti, pelajari. Apa lagi yang kalian harapkan dari saya gitu? Saya bisa bicara apa? Omongan saya tidak akan lebih baik dan lebih jelas daripada mereka,” ucap Abdur dengan penuh keputusasaan.

Baca juga  Bahaya Pilkada di Tengah Pandemi

Di Tik Tok juga sempat viral video Kiky Saputri kritik pemerintah lewat lagu. Berikut liriknya “Welcome to Indonesia negeri jenaka. Harga disubsidi tapi bansos dikorupsi. Tidakkah kalian dengar jeritan hati rakyat? Malah minta Rumah Sakit khusus pejabat. What!!! Welcome to Indonesia negeriku tercinta. Ini bukan kritik cuman nyindir menggelitik. Rakyat harus di rumah untuk menjaga diri, tapi tenaga kerja asing loh kok wara-wiri.Oopsss.”

Mengharapkan Sebuah Perubahan Nyata dengan Hadirnya Tata Kehidupan Baru
Dari semua kritik yang ada, dapat kita simpulkan bahwa rakyat Indonesia menginginkan perubahan ke arah yang lebih baik. Wajar saja, pandemi yang berkepanjangan membuat rakyat Indonesia mengalami keterpurukan dalam segala lini.

Dari segi ekonomi Indonesia bukanlah negara yang berekonomi baik. Hutang negara setiap tahun justru bertambah. Walhasil meskipun ada pandemi, pajak masih tetap. Sialnya masih ada saja pejabat yang tidak pro rakyat, meminta Rumah Sakit khususlah, bahkan ada juga yang mengkorupsi uang negara. Lebih jahat lagi bagi yang tega mengkorupsi uang bansos di tengah pandemi yang kian mencekik ini. Dan lucunya hukuman bagi para pelaku bisa didiskon.

Baca juga  Merayakan Panen Raya dengan Impor Beras

Pandemi belum juga usai, para kandidat malah dengan santainya mempromosikan diri untuk dipilih. Tebar pesona dengan spanduk-spanduk partainya. Lebih parah lagi masih ada saja yang bersusah payah untuk membangun dinasti politik.

Katanya pandemi berbahaya, hingga rakyat dibatasi dengan program PPKM. Tapi nyatanya tenaga kerja asing masih saja berdatangan ke Indonesia. Di sisi lain sekolah ditutup, bertambahlah tugas ibu di rumah. Ibu-ibu akhirnya rentan mengalami stress, suami yang diPHK ikutan stress hingga bisa berujung pada KDRT.

Betapa buruknya potret kehidupan masyarakat Indonesia saat ini. Apakah kehidupan seperti ini yang kita dambakan? Apakah hal ini akan kita biarkan berlarut-larut begitu saja? NO, kita butuh tata kehidupan baru yang solutif untuk menjawab kegundahan masyarakat.

Baca juga  JILBAB PAKAIAN WAJIB BAGI SETIAP MUSLIMAH

Konsep Islam Secara Kaffah Menjawab Kebutuhan Masyarakat Akan Hadirnya Sistem Baru yang Solutif
Seperti yang kita ketahui negara Indonesia adalah negara yang demokratis. Prinsip demokrasi sendiri adalah pemerintahan yang bersumber dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Sedangkan sejatinya sebagai umat Muslim kita harus mengimani prinsip dari Allah, oleh Allah dan untuk Allah. Maka tak heran jika kehidupan masyarakat saat ini kacau, peraturannya saja berasal dari manusia yang tentunya memiliki kekurangan.

Selain dari menimbulkan kekacauan, mengikuti peraturan yang bersumber dari selain Allah juga bisa mendatangkan laknat oleh Allah. “Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta.”(QS. Thaha : 124).

Jika kita menginginkan kebaikan untuk negeri tercinta kita ini, maka sudah saatnya kita mengganti tata kehidupan yang lama. Lalu beralih pada tata kehidupan baru yang solutif yakni konsep Islam secara menyeluruh . Wallahu a’lam bi ash showwab`


OPINI