
SULBAR99.COM-MAJENE, Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Unhas, drg. Muhammad Ruslin, M. Kes, Sp. BM (K), Ph. D. menjadi Narasumber dalam kegiatan Talk Show yang digelar PDGI Majene dalam rangka HUT PDGI yang ke -70 di Pendopo Rujab Majene, Rabu (23/1/2019).
Dekan FKG tersebut menyampaikan materi dengan Judul Hubungan Stunting dengan Kesehatan Gigi dan Mulut.

“Bermitra dengan Pemkab. Majene merupakan tanggung jawab besar dari kami di Fakultas Kedokteran Gigi Unhas, ” ujar Drg. Ruslin.
Dirinya berharap, kedepannya bersama dengan TP. PKK Majene akan menjadi Tim di Provinsi Sulbar dalam hal penanganan kesehatan gigi dan mulut terkait penanganan stunting.
Dalam salah satu penyampaiannya, Dekan FKG unhas tersebut menyebutkan kalau di Sulawesi Barat, hanya 7,1 % masyarakat yang melakukan waktu sikat gigi yang tepat. “Hanya 7,1 persen saja masyarakat Sulbar Sikat Gigi dengan waktu yang tepat,” ungkapnya.
Selain itu, 8,7 persen masalah gigi berlubang pada anak di indonesia. Hanya 7.1% masyarakat sulbar Menyikat gigi pada waktu tepat dua kali sehari pada saat sarapan dan sebelum tidur
”Sulbar angka 3 Tertinggi mengenai masalah gigi dan mulut, setelah Sulsel dan Sultra,” ungkap Dekan FKG Unhas.
Dia menambahkan, 64,7 persen permasalahan gigi dan mulut sulbar cukup tinggi. Dari angka ini, hanya 8,1 persen yang berkonsultasi ke dokter gigi. 95,6 persen, masyarakat Sulbar belum pernah berkunjung ke tenaga medis.
Menurut drg. Muh. Ruslin, Stunting adalah kondisi ketika tinggi badan seorang lebih pendek dibandingkan dengan tinggi badan orang lain, asupan gizi yang tidak mencukupi, kekurangan gizi dapat terjadi sejak anak dalam kandungan dan pada masa awal setelah anak lahir.
“Saya sangat setuju dengan apa yang disampaikan oleh wakil bupati Majene mengenai kerusakan gigi terjadi karena terlalu lama menyusui. Sebab gigi rusak karena kebanyakan asam dan air susu itu asam. Jadi laki-laki yang terlalu lama menyusui giginya cepat rusak,”cetusnya yang membuat pendengar ketawa.
Sulbar saat ini urutan kedua tertinggi secara nasional sebesar 45,98 persen. mengenai Stunting, Majene paling tinggi di Sulbar.
Faktor pendukung terjadi stunting karena
asupan makanan tidak seimbang, bayi lahir prematur, berat badan dan tinggi badan yang tidak seimbang. Pemberian asi ekslusif yang tidak mencapai target, pendidikan orang tua dan status sosial rumah tangga yang rendah.
Sementara itu, dampak kerugian stunting menurut Drg. Ruslin adalah bayi mudah sakit dan kemampuan kognitif verbal yang terganggu.
Laporan : Awal Nugraha, editor : Idham