Gus Menteri : SDGs Pembangunan Total Desa, Harus Dirasakan Manfaatnya Warga Desa Tanpa Ada yang Terlewat


SULBAR99NEWS.COM-JAKARTA, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menggelar jumpa pers terkait SDGs Desa, Kamis (10/12/20200 secara virtual di Gedung Kemendes PDTT.

Dalam jumpa pers yang diikuti sejumlah wartawan dan juga disiarkan langsung melalui akun youtube Gus Menteri, Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar menyebutkan, SDGs Desa berkontribusi 74 persen terhadap pencapaian tujuan nasional berkelanjutan.

“Berdasarkan aspek kewilayahan, 91 persen wilayah Indonesia adalah wilayah desa, 11 tujuan pembangunan nasional berkelanjutan berkaitan erat dengan kewilayahan desa. Sedangkan aksi menuju tercapainya 12 SDGs desa berkontribusi 91 persen pencapaian tujuan pembangunan nasional berkelanjutan,” ujar Gus Menteri, sapaan akrab Abdul Halim Iskandar.

Baca juga  Kades Lombang Pantau Proses Bedah Rumah di Desanya

Selain itu, pembangunan nasional berkelanjutan berdasarkan aspek kewargaan, lanjut Gus Menteri adalah 43 persen penduduk Indonesia ada di Desa,  tujuan pembangunan nasional berkelanjutan berkaitan erat dengan warga desa dan aksi menuju tercapainya 6 SDGs Desa berkontribusi 43 persen pembangunan nasional.

Gus Menteri menekankan bahwa SDGs desa adalah pembangunan total atas desa. “Seluruh aspek pembangunan harus dirasakan manfaatnya oleh warga desa tanpa ada yang terlewat,” tegasnya.

Baca juga  Menko Airlangga Buka Langsung Rangkaian Munas I JMSI

Mantan Ketua DPRD Jombang itu juga mengatakan, pembangunan desa mengarah pada 18 tujuan pembangunan berkelanjutan dan generasi mendatang tetap menjadi bagian dari pelaksanaan dan pemanfaatan pembangunan.

Disebutkan, dasar pemikiran munculnya SDGs 18 yaitu menghargai keberadaan bangsa Indonesia yang beragam dalam agama, budaya, bahasa dan adat istiadat. Juga menampung kearifan lokal  masyarakat dan kelembagaan desa yang produktif agar bertahan bahkan berkembang.

Baca juga  Hari Ini, 2 Jenazah Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 Dimakamkan

Terdapat tiga perguruan tinggi yang akan mengontrol pengukuran SDGs desa, yaitu Universitas Negeri Surabaya, UIN Sunan Kalijaga dan Universitas Negeri Jogyakarta. “Kontrol akademisi itu dalam bentuk pengecekan kerangka pemikiran, konsep, defenisi operasional dan Instrumen. Juga rekomendasi atas draft-draft yang disusun serta uji validitas internal instrumen kesesuaian dengan konsep SDGs. Dengan hasil valid karena didasarkan pada meta data perpres 59/2017 tentang pencapaian tujuan pembangunan berlanjutan diambil yang tepat dibangun pada konteks desa,”ujarnya. (ih)


NASIONAL SEPUTAR DESA