Gunung Semeru Erupsi, 13 Orang Dilaporkan Meninggal, 902 Mengungsi

  • Bagikan
Sejumlah rumah dan mobil tertimbun material erupsi gunung semeru. (foto : facebook)

SULBAR99NEWS.COM-LUMAJANG, Sedikitnya13 orang dilaporkan meninggal dan 41 orang terkena luka bakar menyusul erupsi Gunung Semeru, Sabtu (04/12) kemarin.

Dikutip dari bbc.com, informasi pagi ini, Minggu (05/12), menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dua korban meninggal telah teridentifikasi, berasal dari Curah Kobokan dan Kubuan, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Pelaksana Tugas (Plt) Kapusdatin BNPB Abdul Muhari, mengatakan, 11 korban lainnya masih dalam proses identifikasi oleh BPBD Lumajang.

“Selain itu, sebanyak 41 orang yang mengalami luka-luka, khususnya luka bakar, telah mendapatkan penanganan awal di Puskesmas Penanggal. Selanjutnya mereka dirujuk menuju RSUD Haryoto dan RS Bhayangkara. Sementara itu, warga luka lainnya ditangani pada beberapa fasilitas puskesmas,” kata Muhari dalam keterangan pers, Minggu (05/12).

Sementara itu, Minggu (05/12) tiga unit pencarian dan penyelamatan (SRU) tengah mencari seorang warga yang dilaporkan hilang bernama Poniyem (50 tahun).

“SRU 1 melaksanakan pencarian di desa Kajar Kuning dan desa Surah Kobokan. SRU 2 dan SRU 3 melaksanakan pencarian di area Kebondeli. Lalu satu SRU disiagakan di Posko Induk yang nantinya dapat dikerahkan sewakty-waktu jika diperlukan,” kata Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Surabaya, I Wayan Suyatna.

Erupsi Gunung Semeru berdampak di delapan kecamatan yang menyebabkan 902 orang mengungsi.

Sejumlah warga mengungsi di fasilitas pendidikan akibat erupsi Gunung Semeru, Sabtu (04/12).

Warga terlihat dalam rekaman video menyelamatkan diri dengan latar kepulan asap tebal dari Gunung Semeru.

Para saksi mata menggambarkan desa-desa penuh dengan abu dan suasana gelap karena asap tebal menutupi langit.

Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati dalam jumpa pers bersama BNPB, Sabtu (04/12) mengatakan, evakuasi belum dilakukan karena terkendala tebalnya lumpur di sekitar lokasi warga yang ditemukan meninggal dunia. Ia mengatakan belum diketahui penyebab meninggalnya warga.

Dalam jumpa pers itu, Indah meminta kepada BNPB, apabila cuaca memungkinkan, ada helikopter yang bisa memantau rakyat kami yang terjebak karena kami kesulitan betul.

“Kasihan dan ini keluarganya menangis semua ini karena ada sekitar delapan sampai 10 orang yang terjebak. Barang kali ada heli yang bisa memantau,” kata Indah.

Upaya evakuasi terhambat tebalnya asap, putusnya listrik dan hujan deras selama erupsi sehingga mengakibatkan kondisi jalan berlumpur.

Informasi terkait penerbangan dari AirNav Indonesia menyebutkan sampai Sabtu petang, tidak ada dampak signifkan aktivitas erupsi Gunung Semeru terhadap operasional pelayanan navigasi penerbangan oleh AirNav Indonesia, baik di Cabang Surabaya, Cabang Denpasar, Cabang Semarang, Cabang Yogyakarta maupun Cabang Solo. (bbc)

  • Bagikan