Gema Cermat dan Stunting Gencar Disosialisasikan, Buntut Tingginya Stunting di Majene

  • Bagikan
STUNTING. AOC mensosialisasikan Gema Cermat dan Stunting di SMK Mega Link Desa Palipi Soreang.

SULBAR99.COM-MAJENE—Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat) beberapa hari terakhir ini gencar disosialisakan oleh Petugas Kesehatan yang terkait dengan Stunting dan penggunaan obat antibiotik. Sekadar diketahui, Stunting di Majene merupakan yang tertinggi di Sulawesi Barat. Seperti yang dilakukan Agent of Change (AOC) Gema Cermat Cokro Aminoto, S.Farm, Apt yang melaksanakan sosialisasi penggolongan obat, penggunaan antibiotik, stunting dan tanya 5 obat di SMK Mega Link di Desa Palipi Soreang, Jumat (19/7/2019).

Baca juga  Fatmawati Terima Penghargaan Apresiasi Bunda PAUD Tingkat Nasional

Menurut Cokro Aminoto selaku pembawa materi pada kegiatan tersebut, tujuan dilaksanakannya sosialisasi ini adalah untuk menambah wawasan masyarakat terhadap obat, resistensi antibiotik dan stunting khususnya kepada siswa siswi baru SMK.”Stunting di Majene semakin bertambah, olehnya itu kami terdorong untuk bekerja lebih keras dalam mensosialisasikan Gema Cermat dan stunting,” Ujar Cokro Aminoto.

Lebih lanjut Sarjana Farmasi Apoteker tersebut menyebutkan, resistensi anti biotik adalah keadaan dimana kuman kebal terhadap antibiotik.” Gejala yang timbul dari resistensi antibiotik yakni timbulnya gatal dan kemerahan disebagian tubuh dan atau terjadi bengkak pada wajah dan sekitarnya,”Ujar Cokro.

Baca juga  Sejak Covid Mewabah di Sulbar, 356 Warga di Enam Kabupaten Dinyatakan Meninggal Karena Corona

Selain tentang penggunaan obat antibiotik, Cokro Aminoto juga membahas tentang stunting. Cokro Aminoto menambahkan bahwa stunting adalah gangguan pertumbuhan kronis pada anak akibat kekurangan gizi dalam waktu lama, sehingga anak yang terkena stunting umumnya bertumbuh lebih pendek dibanding anak seusianya. “Penyebab stunting pada anak ada beberapa faktor yaitu Nutrisi Ibu hamil yang kurang mengkomsumsi makanan bergizi sehingga bayi yang dilahirkan cenderung mengalami kurang gizi,” Ujar Cokro.

Baca juga  Pandemi Covid Belum Berakhir, Kakanwil Kemenag Sulbar : Sebaiknya Shalat ID di Rumah Saja

Selain itu, penyebab stunting juga dipengaruhi pada pemberian makanan pelengkap yang tidak cukup dan kekurangan nutrisi kepada anak.” Ada kemungkinan besar hubungan antara pertumbuhan linier anak-anak dan praktik sanitasi rumah tangga,” ujar Cokro seraya menambahkan bahwa kontaminasi bakteri fecal dalam jumlah besar terhadap anak-anak dapat menyebabkan infeksi usus yang pada akhirnya berpengaruh pada berkurangnya nafsu makan anak sehingga penyerapan nutrisi menjadi berkurang. (IH)

  • Bagikan