Gebrakan Kadisdik Majene yang Baru, 20.000 Masker Dibagikan untuk Siswa PAUD dan SD


Plt. Kadisdikpora Majene H. Mithhar Taha Ali, Saat menyerahkan masker kepada salah seorang tenaga pendidik. (foto : Syarifuddin Andi)

SULBAR99NEWS.COM-MAJENE, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) kabupaten Majene
fasilitasi pembagian 20.000 masker bagi siswa di 183 PAUD dan 174 SD, Senin (6/9/2021).

Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) kabupaten Majene memberikan bantuan 20.000 masker bagi anak didik PAUD dan pendidikan dasar se kabupaten Majene sebagai upaya mengantisipasi penularan virus Covid-19 di lembaga pendidikan se-Kabupaten Majene.

Ribuan masker tersebut diperuntukkan bagi 183 lembaga di satuan pendidikan PAUD dan 174 Sekolah dasar dan dengan rincian 20.000 masker untuk siswa PAUD dan SD di delapan kecamatan dalam mendukung kesiapan tatap muka terbatas di tahun ajaran 2021/2022.

Bantuan ribuan masker tersebut diserahkan oleh Plt. kadis pendidikan kabupaten Majene H.Mithhar S.Pd.MM
didampingi sekretaris dinas pendidikan Syamsu S.Pd kepada perwakilan kepala sekolah PAUD dari 8 Kecamatan, disaksikan para pengawas di Kecamatan se-kabupaten Majene

Baca juga  Prof Gufran : Peran Majene Sebagai Pusat Pelayanan Pendidikan di Sulbar Harus Dimaksimalkan Lagi

Penyerahan ribuan masker yang dilaksanakan di kantor dinas pendidikan akan dilanjutkan ke sekolah SD yang tersebar di kabupaten Majene. Selain menyerahkan bantuan masker, dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan serah terima bantuan masker sekaligus surat pernyataan oleh orang tua murid kesiapan untuk tatap muka

Plt. kadis pendidikan kabupaten Majene H.Mithhar S.Pd.M.Pd menjelaskan, ini merupakan sebuah apresiasi bagi INOVASI kabupaten Majene yang telah mendukung dan memperkuat sistem pendidikan di Kabupaten Majene dengan segala tantangan dan dinamika yang dihadapi. “Banyak yang harus kita berikan pendekatan dalam hal kreatifitas dan inovasi,” katanya.

Menurut mantan kepala SMKN 2 Majene itu, kondisi saat ini adalah tingkat resiko anak memang besar. Seperti kasus Covid-19 anak mengalami peningkatan.

Baca juga  Contoh Khutbah Idul Fitri Masa Pandemi Covid-19

Dinas pendidikan bersama para guru, para kepala sekolah serta para pengawas dituntut secara fleksibel, bergerak cepat mengatasi persoalan. “Pada suatu saat nanti kita dipaksa untuk berdampingan dengan Covid-19. Tentu harapan kita harus menyiapkan infrastruktur, SDM serta sistem yang mendukung proses pendidikan,” lanjutnya.

Mithhar menambahkan, hal utama adalah para kepala sekolah dan guru di internal sekolah harus dilakukan pengawasan penuh kepada anak didik serta orang tua. “Kita awali kedisiplinan yang dimulai dari kita sendiri untuk menjadikan contoh bagi anak-anak di sekolah maupun orang lain, program INOVASI ini adalah program yang mendukung kebijakan Pemerintah. Tentunya memperhatikan kesehatan anak didik di sekolah dengan mematuhi protokol kesehatan, salah satunya menyiapkan pelindung diri berupa masker untuk pelaksanaan pembelajaran tatap muka nantinya,” ungkapnya.

Baca juga  Wouw, Benarkah Indonesia Tak Pernah Dijajah Belanda

Lebih jauh mantan Kadis Perhubungan Majene itu mengungkapkan, dalam situasi saat ini, para anak didik telah mengalami liburan sekolah yang dimulai pada juli 2020. Sedangkan proses pembelajaran baru dimulai September 2021. “Nantinya ada banyak hal yang akan menjadi pertimbangan. Jika pandemi Covid-19 terus mengalami peningkatan, tentunya akan dilakukan pembelajaran di rumah secara online dan apabila situasi ini dapat dikendalikan di daerah-daerah tertentu, maka dilakukan offline,” katanya.

Mantan ketua PGRI Majene itu menerangkan, pelaksanaan pembelajaran di bulan September 2021 tetap memperhatikan keputusan bersama empat menteri dan Surat Edaran dari bupati Majene serta Instruksi lisan Presiden RI. “Dengan adanya masker dari INOVASI kabupaten Majene ini, sangat membantu dan menjadikan suatu kebutuhan penting dalam situasi pandemi Covid-19 di Kabupaten Majene,” pungkasnya. (Syarifuddin Andi)


PENDIDIKAN