Gandeng Kemendagri, Kasi Perencanaan OPD di Majene Kembali Dilatih Susun LPPD


SULBAR99NEWS.COM-MAJENE, Pembukaan Bimbingan Teknis Penyusunan dan Evaluasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD)
Kabupaten Majene bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri digelar di Ball Room Makassar Golden Hotel, Senin, 15 Maret 2021.

Dihadiri Bupati Majene, Direktur Evaluasi Kinerja dan Peningkatan Kapasitas Daerah Ditjen. Otda Kemendagri, Dr. Akbar Ali, M. Si, Pj. Sekda Majene, Kepala Biro Tata Pemerintahan Setda Prov. Sulbar, Drs. Muh. Saleh Rahim, M. Si, Para Staf Ahli Bupati & Asisten Setda. Majene, Para Pimpinan OPD, Para Camat, Para Kabag Setda & Kabag. DPRD, Para Sekretaris OPD dan Para Kasubag. Perencana

Narasumber kegiatan tersebut yaitu Direktur Evaluasi Kinerja dan Peningkatan Kapasitas Daerah Ditjen. Otda Kemendagri, Dr. Akbar Ali, M. Si, Benny Kamil, S.Kom, M.Si, Analis Kebijakan Madya Dit. EKPKD Ditjen Otda, Leli Salman Al Farizi, M. Si, Kepala Subdit Peningkatan Kapasitas Daerah Ditjen Otda dan Kepala Biro Tata Pemerintahan Setda Prov. Sulbar, Drs. Muh. Saleh Rahim, M. Si

Suyuti Marsuki, Pj. Sekretaris Daerah Kab. Majene selaku ketua panitia melaporkan, tujuan Bimtek LPPD ini adalah memberikan pemahaman kepada peserta tentang metode dan teknik penyusunan LPPD serta dapat mengolah, merumuskan dan menyusun data atau bahan LPPD di setiap organisasi perangkat daerah sesuai indikator kinerja kunci (IKK) yang telah ditentukan.
Sasaran yang hendak dicapai Bimtek LPPD adalah peserta diharapkan mampu memahami tata cara penyusunan LPPD serta dapat mengolah, merumuskan dan menyusun data atau bahan LPPD dengan baik dan terukur.

Baca juga  Wabup Wajo Dipeluk Pendemo, Tolak RUU Omni Law

“Peserta penyusunan Bimtek LPPD ini diikuti oleh 3 orang dari masing-masing OPD yang terdiri dari sekretaris, kasi perencanaan dan pelaporan dan operator pada setiap perangkat daerah kabupaten Majene,” ujarnya.

Narasumber atau instruktur, lanjut Suyuti, terdiri dari 4 orang, terdiri dari 3 orang pejabat dari direktur evaluasi kinerja dan peningkatan kapasitas daerah Ditjen Otda Kemendagri dan 1 orang dari pemerintahan provinsi Sulawesi Barat.

Suyuti menjelaskan, data atau bahan yang disiapkan Pada pelaksanaan Bimtek LPPD ini adalah data laporan penyelenggaraan pemerintah daerah (LPPD) serta dokumen pendukung Tahun Anggaran 2020 berdasarkan indikator kinerja kunci masing-masing perangkat daerah untuk divalidasi.

“Bimtek LPPD ini dilaksanakan dari tanggal 15 sampai dengan 17 Maret 2021 bertempat di Makassar Golden Hotel,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Majene Lukman, sekaligus membuka acara mengatakan, selaku Pemerintah¬† kabupaten Majene, dia mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak direktur dan narasumber termasuk Kepala Biro Tata Pemerintahan Sulbar atas waktunya mengikuti kegiatan ini dan berkenan menjadi narasumber. “Terima kasih juga kepada seluruh staf ahli, asisten dan para pimpinan OPD yang telah meluangkan waktunya untuk menghadiri acara kita,” ujarnya.

Baca juga  Physical Distancing, Hari Ini Tim Gabungan Terjun ke Pasar Sentral Majene

“Malam ini saya sangat berbahagia karena tingkat kehadiran undangan dan peserta cukup tinggi, tentunya ini akan sejalan dengan apa yang menjadi harapkan kita akan dapat tercapai,” lanjutnya.

Biasanya, lanjut mantan wakil ketua DPRD Majene itu, pada masa transisi Pemerintahan, para Pejabat Pemerintahan sudah tidak bersemangat lagi untuk mengikuti agenda kegiatan, tapi malam ini terbukti bahwa meskipun masa transisi tetap kita semua semangat mengikuti kegiatan bimtek LPPD ini.

“Kami sampaikan kepada Bapak Akbar Ali bahwa pada dua tahun lalu, Majene berada pada peringkat kedua setelah Polman, namun pada tahun kemarin Majene bergeser menjadi posisi ketiga setelah Mamuju dan Polman,” ujarnya.

Lukman yakin, untuk Tahun 2021 ini, Majene akan dapat meraih posisi pertama di Sulbar, itu karena telah hadir langsung Bapak Direktur dan tiga narasumber yang hebat dan berkualitas.

Lukman menambahkan, Persoalan LPPD kadang dianggap sepele dan kelihatannya sederhana, karena banyaknya kegiatan yang dilakukan oleh para perencana yang sifatnya sangat mendesak, sehingga laporan-laporan ini Kadang kita jadikan persoalan yang kedua atau persoalan yang ketiga. olehnya itu di Ball Room Makassar Golden Hotel ini akan menjadi saksi bagi kita semua, bahwa kedepannya persoalan pelaporan LPPD bukan lagi menjadi hal yang kedua atau ketiga Tetapi akan menjadi skala prioritas juga.

Baca juga  Berjasa Kembangkan Perguruan, Presiden Peradri Dianugerahi Pendekar

“Saya juga berharap kepada kita semua, bagaimana kita ditahun kelima pemerintahan Fahmi – Lukman ini, Pemkab. Majene bisa menjadi terbaik untuk Sulawesi Barat,” harapnya.

Jadi, lanjut ketua DPD Golkar Majene itu, ini hanya soal konsistensi saja, karena dari segi kemampuan para Subag. Perencana sudah tidak diragukan lagi. “Selanjutnya kami ingin ada informasi dari Direktur, kira kira apa yang akan kita dapatkan bila kita meraih juara I pelaporan LPPD ini. Saya harap Direktur dapat mengeluarkan jurus pamungkasnya, agar kami dapat unggul dari semua kabupaten yang ada di Nusantara terlebih lebih di Sulbar,” ujarnya.

Pelaksanaan Bimtek ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahunnya. Hal ini diakibatkan dengan begitu dinamisnya perubahan kinerja yang dievaluasi oleh Kemendagri sehingga berdampak pada perubahan capaian kinerja pemerintah daerah sebagai acuan indikator kinerja kunci, ini merupakan hal yang lumrah terjadi. Indikator kinerja kunci dijadikan sebagai pembanding antara suatu daerah dengan daerah lain yaitu angka rata-rata secara nasional untuk tingkatan pemerintahan atau dengan hasil tahun sebelumnya untuk pada setiap daerah.

“Secara umum kami selaku pemerintah daerah berkomitmen akan berupaya mengkaji dengan seksama point dan catatan strategis yang menjadi evaluasi Pemerintah Kabupaten Majene sebagai bahan perbaikan kinerja pemerintahan daerah yang lebih baik lagi,” pungkasnya. (ih)


DAERAH