Fathur Rahman : Untuk Mencegah Korban Kecelakaan Laut, Nelayan Sebaiknya Membawa Pelampung Ketika Hendak Melaut


PENGARAHAN. Tim SAR sedang melakukan pengarahan dalam mencari korban nelayan hilang di Perairan Majene. ( Foto : FB Wahab)

Sulbar99.com-Majene. Komandan pos SAR Mamuju Lettu SAR Fathur Rahman, S.Sos, MM menghimbau kepada nelayan agar dalam melakukan pencarian ikan di laut, sebaiknya membawa pelampung, sebab pelampung salah satunya alat yang bisa membantu nelayan agar mampu bertahan hidup di tengah laut meskipun perahunya tenggelam, Jumat, (7/6/2019).

Menurut Lettu SAR Fathur Rahman, pelampung ini tidaklah susah.”Jika tak mampu membeli Life Jacket (Jaket Pelampung), Ban dalam mobil pete-pete juga bisa dijadikan pelampung, gabus dan lain-lain yang bisa terapung di lautan, sebab pelampung inilah yang akan membantu nelayan bertahan hidup jika perahunya tenggelam karena fungsinya bisa mengganti perahu sebagai alat apung,” Ungkap Komandan Pos SAR tersebut.

Baca juga  Polsek Sarudu Pasangkayu Segera Miliki Mushallah

Selain itu, jika sudah menyiapkan jaket pelampung dan alat apung lainnya, untuk mempercepat proses bantuan, alat komunikasi juga diperlukan para nelayan. Menurut Lettu Fathur Rahman, salah satu alat komunikasi yang efektif dan canggih digunakan bagi nelayan adalah PLB (personal Locater Beacon).”Bagi nelayan pesisir, alat komunikasi memang bukan menjadi kebutuhan mereka, sebab hidup sehari-hari saja kadang susah, apalagi mau menggunakan PLB yang harganya seharga Handphone Android,”Ujarnya.

Baca juga  Tiga Pimpinan DPRD Majene Resmi Dilantik

Dirinya menyarankan agar pemerintah setempat melalui Dinas Sosial dapat membantu mengadakan alat tersebut sebab alat komunikasi juga sangat dibutuhkan untuk mempercepat proses pencarian korban sehingga penyelamatan terhadap koban dapat dilakukan dengan cepat.

Sekadar informasi, PLB merupakan salah satu bagian dari radio Beacon pada sistem Cospas-Sarsat yang digunakan pada sektor pelayaran. Cara kerja alat ini adalah mendeteksi suatu berita atau musibah melalui sistem satelit Cospas-Sarsat. Dengan sistem ini, maka setiap sinyal yang dipancarkan oleh Beacon 121,5/406 MHz yang terpasang di kapal yang mengalami keadaan darurat, akan ditangkap oleh satelit. Selanjutnya oleh satelit akan dipancar ulang dan diterima oleh local user terminal (LUT). Signal yang diterima LUT akan diproses utuk menentukan posisi dan data informasi lain dari Beacon. Selanjutnya data tersebut akan diteruskan ke pos-pos siaga seperti SAR yang bertanggungjawab dalam wilayah tersebut. (IH)

Baca juga  Memprihatinkan, di Plafon Kantor Kelurahan Baru Majene, Bersarang 4 Ekor Biawak

DAERAH