Terbaik terbaik

Do’a Semua Agama, Apakah Termasuk Toleransi?


Oleh: Wulandari

Baru-baru ini Mentri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta agar setiap acara yang berlangsung di Kementrian Agama (Kemenag) memberikan juga kesempatan kepada agama lain dalam mengisi do’a, sehingga tidak hanya Islam saja yang mengisi do’a. Sontak saja MUI, Ulama dan para cendikiawan Muslim serta aktivis dakwah memberikan komentar sekaligus nasehat bahwa instruksi Menag itu sangatlah berbahaya dan sangat berpotensi merusak akidah umat Islam.
karena jika pemuka agama lain misalnya memimpin berdo’a dan muslim yang hadir dalam acara tersebut mengaminkan, maka tanpa sadar si muslim tadi mengakui bahwa Tuhan agama lain tersebut juga maha mengabulkan do’a, maha mendengar, maha melihat dan sebagainya sama kekuatannya dengan Allah SWT. Disinilah letak bahayanya sebuah pemahaman bahwa semua agama itu sama, sama kekuatan Tuhan-Nya, sama derajat-Nya dan lain-lain.

Baca juga  Ironi Kehidupan Bertetangga Tanpa Aturan Islam

Inilah yang disebut dengan paham sinkritisme, sebuah paham sesat yang berasal dari barat dan sering di kampanyekan oleh orang-orang liberal yang selalu menyerang ajaran Islam yang kaffah (sempurna), padahal ajaran agama Islam yang sudah di tanamkan dalam hati dan pikiran kita di dalam Al-Qur’an bahwa tidak ada Tuhan selain Allah yang Maha kuasa dan hanya Allah lah yang Maha Benar sedangkan Tuhan selain Allah adalah Batil.

Baca juga  Aceh: Membuka Mata Dunia Persaudaraan Muslim Itu Kuat

Dan jika ini dibiarkan maka akidah umat Islam terancam oleh paham sesat sinkritisme orang liberal, dan apabila akidah yang sudah ternodai pertanggung jawabannya sangatlah berat, pertanggung jawaban dunia akhirat, perkara pahala dan dosa, tempat kembali surga atau neraka. Oleh karena itu berdo’a bersama lintas agama wajib di tolak karena tidan sesuai syariah, dalam Islam “lakum diinukum wa liyadiin” bagimu agamamu, bagiku agamaku, silahkan mereka berdo’a dan mengaminkan sendiri dengan Tuhan yang mereka yakini dan umat Islam berdo’a dan mengaminkan sendiri dengan Allah SWT.

Baca juga  MENGAPA NAPI DIBEBASKAN DI TENGAH WABAH?

Jadi jangan umat Islam di ajak mengakui Tuhan agama lain, dan Islam tidak boleh juga memaksa pihak agama lain karena dalam syariah “Innaddiina indallahil islam” tidak ada paksaan dalam Islam. Inilah makna toleransi sesungguhnya dalam Islam semua berdo’a dengan keyakinan masing-masing, bukan seperti saat ini bersembunyi dibalik topeng toleransi dengan mengajak umat menyakini kebenaran semua agama. Oleh karena itu paham sesat sinkritisme wajib di lawan dengan paham kembali kepada Islam Kaffah.

Semoga Allah SWT melindungi Aqidah kita semua, keluarga dan umat Islam dari paham sesat sinkritisme dan sekularisme. Wallahu a’lam bissawab