Terbaik terbaik

Dipercaya Pusat, Barru Dijadikan Tuan Rumah Bahas Program Nasional


SULBAR99.COM-BARRU- Untuk pertama kalinya, Kabupaten Barru dibawah kepemimpinan Suardi Saleh-Nasruddin ditunjuk menjadi tuan rumah rapat monitoring dan evaluasi program sanitasi Australia-Indonesia Infrastruktur Grants for Sanitation (sAIIG).

Rapat evaluasi dan monitoring yang digelar Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), diikuti tujuh kabupaten/kota di Sulsel. Masing-masing, Kota Makassar, Enrekang, Sidrap, Luwu Utara, Soppeng, dan Barru. Pertemuan ini berlangsung di ruang rapat Bappeda Barru, Selasa (14/01/2020).

Baca juga  Syarat Dipermudah, Januari, Tahap I Dana Desa Sudah Bisa Dicairkan

Pj Sekda Barru, Dr Abustan, menyampaikan terima kasih kepada kementerian dan balai prasarana pemukiman Sulsel yang telah menjadikan Barru sebagai tempat untuk rapat evaluasi lintas kabupaten/kota.

“Baru pertama kali ada program yang sifatnya nasional diselenggarakan dan dibahas di kabupaten (Barru),” kata Abustan yang memberikan sambutan mewakili Bupati Barru Suardi Saleh.

Baca juga  Sebelas Desa di Majene Dapat Pansimas Senilai Rp 2 Miliar Lebih

Di depan perwakilan kementerian, dan peserta rapat, Abustan menyampaikan komitmen pemerintah kabupaten (Pemkab) Barru untuk mendorong program sanitasi. Apalagi tujuan dan manfaatnya sangat jelas bagi masyarakat umum.

“Kami terus berkomitmen mendorong sanitasi secara massif, sinergis dan komprehensif. Termasuk bagaimana masyarakat kita utuh dalam memahami sanitasi,” tambah eks Kepala Dinas Pendidikan Barru ini.

Pj Sekda juga menyinggung tentang bantuan pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR yang memberikan fasilitas atau infrastruktur pemukiman yang layak dan murah bagi warga. Seperti rumah susun.

Baca juga  Naik Motor, Kapolres Majene Cari Tahu Penyebab Seringnya Antrean Panjang di SPBU

Selain itu, Abustan melaporkan mengenai perkembangan penanganan bencana alam, termasuk kronologis jatuhnya satu korban jiwa saat banjir melanda beberapa kecamatan, Minggu (12/01/2020). Begitu pun menggambarkan posisi strategis Barru, serta penduduknya 60% adalah petani/nelayan. (Firdauz)