Dinas Pertanian Majene Butuh Mobil Dinas yang Cocok Menjelajah Medan Berat


kepala dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Majene, Burhan Usman, S.Pt, MA.

SULBAR99NEWS.COM-MAJENE, Dinas pertanian, Peternakan dan Perkebunan kabupaten Majene membutuhkan mobil dinas yang bisa digunakan untuk menjelajah delapan kecamatan di Majene, terutama daerah pegunungan yang memiliki medan berat.

Hal itu diungkapkan kepala dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Majene, Burhan Usman, S.Pt, MA yang ditemui di ruang kerjanya, Kamis (10/12/2020)

Menurut Burhan, Mobil dinas yang digunakan saat ini adalah mobil tertua di seluruh kendaraan operasional kepala dinas kabupaten Majene. “Mobil dinas yang ada sekarang tak layak masuk ke desa-desa yang bermedan berat,” ujarnya.

Baca juga  Polres Pasangkayu Kembali Kawal Pemakaman Warga Desa Jeneng Tikke yang Terpapar Covid-19

Mantan Pj Sekda Majene itu menuturkan, mobil dinas yang digunakan saat ini dibeli tahun 2018. “Kendaraan ini mengurusi 8 kecamatan, 60 desa dan terkadang dipakai keluar daerah lain di luar Provinsi Sulbar. Kondisi mobil seperti itu membuat ada beberapa kecamatan tak bisa dijangkau seperti kecamatan Ulumanda dan Tammeroddo,” tambahnya.

Baca juga  Semangati Relawan PMI, Suardi Saleh Kunjungi Posko Penanggulangan Bencana

Padahal, lanjut Burhan, kontribusi terbesar terhadap PDRB kabupaten Majene adalah dari sektor pertanian. “Sampai 36 persen. Sehingga menggenjot pertumbuhan ekonomi Majene 6,7 persen. Itu angka positif. Mungkin kedepan, dengan pertimbangan yang mengangkat nama daerah dengan pertumbuhan terbaik nasional dari sektor pertanian,” tambahnya.

Dia berharap, barangkali kedepan perlu perhatiaan agar mobil operasional lebih bisa digunakan di medan berat atau cocok di lapangan berlumpur / lapangan mendaki. “Tidak seperti kendaraan saat ini yang sering rusak di tengah jalan dan lampu yang sudah redup,” keluhnya.

Baca juga  Dandim 1402/Polman Resmi Berganti

Program proritas yang tidak mendukung, lanjut Burhan, dengan kendaraan yang tidak memadai, kendaraan yang sudah tua dan sering rusak/macet di tengah jalan. “Saya berharap, kedepan, kepala pemerintah daerah agar lebih memprioritaskan kendaraan yang layak,” pungkasnya. (Syarifuddin Andi)


DAERAH