Disdik Majene Akan Kembalikan Anak Putus Sekolah ke Sekolah


Kadis Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga, Ir. H. Iskandar, MM

SULBAR99.COM-MAJENE, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah raga (Disdikpora) Kabupaten Majene menargetkan anak yang bekerja diusia sekolah dan juga anak putus sekolah, akan dikembalikan ke dunia pendidikan. Rencananya, Disdikpora akan mulai pada tahun ini. 

Kepala Disdikpora Ir. H. Iskandar, MM saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat(28/2/2020), mengatakan, pihaknya akan memulai survei anak usia sekolah yang tidak bersekolah dan juga anak usia sekolah yang bekerja sehingga putus sekolah, mulai tingkat TK/PAUD, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas, guna untuk mengimventarisir dan menuntaskan wajib belajar pendidikan dasar serta pemenuhan kebutuhan dasar.

Baca juga  Kadisdik Majene : Sekolah Direhab Sesuai Dapodik

“Nanti kita mau mengimventarisir. Itu langkah awal yang akan kita ambil, karena sudah menjadi kewajiban kita untuk mengupayakan pekerja anak yang putus sekolah, juga anak usia sekolah yang tidak sekolah, mulai tingkat TK/PAUD hingga SMA, sehingga mereka ini bisa bersekolah, “jelas Iskandar.

Lanjut dikatakan, untuk mengimplementasikan peraturan pemerintah nomor 2 tahun 20l8, dibutuhkan kerja ekstra serta keseriusan berbagai pihak terkait yang ada, “untuk tingkat SD dan SMP sudah sementara kita data tinggal TK/PAUD yang belum. Diupayakan dalam waktu dekat ini, itu kita akan data, mungkin akan kerja sama dengan BPS, Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi juga dinas Kependudukan catatan sipil. Sudah ada program untuk pendataan kartu anak itu, kami akan bekerja sama dengan dinas Kependudukan catatan sipil. Untuk upaya menjaring data- data. Itu yang akan kita lakukan, “Jelas mantan Kadis Pertanian ini.

Baca juga  Bupati Majene Launching Bus Sekolah Gratis
Baca juga  Desa Lombang Malunda Dapat Bantuan Buku Perpustakaan

Lebih jauh dikatakan, keseriusan pemerintah dalam menuntaskan wajib belajar pendidikan dasar (Wajardikdas) sembilan tahun senantiasa menjadi skala prioritas, ini ditunjukkan dengan lahirnya berbagai program. Misalnya, program kartu Indonesia Pintar dan Program Pengurangan Pekerja Anak yang putus sekolah. “Nah sekarang seperti apa pemerintah daerah dalam menangani ini apakah dalam bentuk APBD atau seperti apa, agar nanti bisa dikombain dengan program yang sudah ada di pusat, “jelas Iskandar. (Satriawan)


PENDIDIKAN