Diduga Gelapkan Uang Perusahaan, Pasutri Asal Wonomulyo Diamankan Polisi


SULBAR99NEWS.COM–MAJENE, Pasangan suami istri insial AJ (37) dan R (35) asal Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polman diamankan polisi, karena diduga menggelapkan uang ratusan juta rupiah milik perusahaan PT. Maha Meru Mitra Makmur.

Berdasarkan laporan Polisi Nomor : LP/B/96/VIII/2021/SPKT/Polres Majene/Polda Sulbar, tanggal 5 Agustus 2021, AJ merupakan salesman pada PT. Maha Meru Mitra Makmur di Wonomulyo yang ditugaskan menagih para pelanggan di toko-toko di pasar sentral Majene. Namun dari hasil tagihannya tidak disetorkan ke perusahaan, melainkan digunakan untuk keperluan pribadi.

Kapolres Majene AKBP Febryanto Siagian mengatakan, tersangka AJ (37) merupakan salesman pada perusahaan PT. Maha Meru di Kecamatan Wonomulyo. Tersangka juga sudah 20 tahun lamanya bekerja di perusahaan tersebut.

Baca juga  Polres Majene Ungkap Dua Terduga Pelaku Penjual Obat-obatan Terlarang

“Tersangka dilaporkan oleh pihak perusahaan karena diduga telah menggelapkan uang perusahaan sebesar Rp. 259.816.486 juta hasil tagihan disejumlah pelanggan di pasar sentral Majene yang terkumpul. Yang disayangkan karena tersangka ternyata sudah 20 tahun bekerja di perusahaan,” jelas Febryanto, Kamis (2/9/2021) saat menggelar press release di aula Mapolres Majene.

AKBP Febryanto juga menjelaskan, tersangka AJ alias Edy bersama isterinya Rah, sempat berangkat ke daerah Toli-Toli, Sulawesi Tengah pada tanggal 13 Agustus 2021, dengan membawa hasil tagihan sebesar Rp 259.816.486 ribu rupiah.

“Dari hasil tagihan sebesar Rp 259.816.486 ribu rupiah mereka bawa pergi ke Kabupaten Toli-toli Sulawesi Tengah. Pada tanggal 13 Agutus 2021, Rah kembali ke rumah di Tinambung Polman dan tanggal 21 Agustus 2021. Rah bersama AJ mengembalikan sisa uang tagihan ke PT. Mahameru Mitra Makmur sebesar Rp 45 juta rupiah. Merasa ditipu, akhirnya pihak perusahaan melaporkan tersangka ke SPKT Polres Majene,” ungkap Febryanto Siagian.

Baca juga  Dua Terduga Bandar Judi Togel Online Ditangkap Polisi

Lanjut Febryanto mengatakan, dari tangan tersangka, pihaknya mengamankan, sisa uang hasil tagihan yang sudah dibelanjakan yakni, satu unit handphone merek Vivo Y12s warna biru seharga Rp1,7 juta, satu unit handphone merek Oppo A5 warna biru seharga Rp2,3 juta, 230 Pcs Paseo Smart facial travel pack 50 S GT, dengan jumlah Rp 776.160 ribu.

“Dari pihak pelapor menyampaikan, bahwa berdasarkan audit perusahaan, PT Mahameru Mitra Makmur mengalami kerugian sebesar Rp 214.816.486 ribu rupiah,” kata AKBP Febryanto.

Baca juga  3 Pemuda Spesialis Bobol Minimarket di Tangkap Polisi

Menurut Febryanto, atas perbuatanya, tersangka dijerat tindak pidana Penggelapan dalam jabatan, sebagaimana dimaksud dalam Pasai 374 atau Pasal 372 KUH Pidana, dengan ancaman kurungan penjara selama 5 tahun.

“Sedangkan kepada Rah dikenakan Pasal 372 atau Pasal 378 Jo Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUH Pidana, dengan ancaman hukuman penjara juga selama 5 tahun,” tutup AKBP Febryanto Siagian.

Sementara itu kepada wartawan, kedua tersangka yang merupakan pasangan suami isteri tersebut mengaku, nekat menjalankan aksinya lantaran terlilit utang. ”Ini lantaran terhimpit ekonomi dan untuk membayar hutang,” ucapnya singkat. (Indra Saputra).