Diakhir Rapat Paripurna, Ketua DPRD Majene Meneteskan Air Mata


TETESKAN AIR MATA. Ketua DPRD Majene Darmansyah meneteskan air mata ketika sidang paripurna terakhir DPRD periode 2014-2019. (Foto : Alimukhtar)

SULBAR99.COM–MAJENE, Diakhir masa jabatan anggota  DPRD Kabupaten Majene
periode 2014-2019, berhasil mengesahkan 12 Ranperda menjadi Perda melalui rapat paripurna bersama Bupati Fahmi Massiara, Jumat (12/09/2019).

Rapat paripurna yang digelar di gedung DPRD Majene itu merupakan
paripurna terakhir masa jabatan anggota DPRD Majene. Mulai Senin (16/09), ketua dan anggota DPRD Majene akan diisi sebagian wajah-wajah baru hingga 2024. Bahkan diakhir sambutannya, ketua DPRD, Darmansyah meneneskan air mata.

Dua belas perda yang disahkan yakni, Perda tentang perubahan perda IMB,  Perda tentang perubahan retribusi pasar, Perda tentang perubahan pajak mineral bukan logam dan batuan, Perda tentang perubahan penyelenggaraan penanggulangan bencana, Perda tentang BPD, Perda tentang Pilkades, Perda tentang pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa, Perda tentang perubahan RPJMD 2016-2021, Perda tentang pelaksanaan kewajiban peserta PJS ketenagakerjaan, Perda literasi, Perda PDAM dan Perda penyertaan modal PDAM.

Baca juga  Dibawah Kendali H. Rukman, PWI Wajo Berkembang Pesat

Kedua belas perda yang telah disahkan telah mendapat persetujuan dari
seluruh anggota Dewan, selanjutnya diserahkan oleh ketua DPRD Majene
Darmansyah, kepada Bupati Fahmi Massiara, didampingi wakil Bupati,
Lukman.

Dalam pendapat akhirnya, Fahmi Massiara menyampaikan, dua belas perda
yang disahkan merupakan hasil pembahasan dan kajian mendalam Pansus
DPRD dan bersama pihak Pemerintah Kabupaten Majene.

Baca juga  Kodim 1401 Majene Bakal Mengadakan Kegiatan Binter Terpadu

“Atas nama Pemerintah Daerah kami menyampaikan apresiasi dan ucapkan
terima kasih atas dedikasi pimpinan dan anggota DPRD, atas kerjasama
dan dukungan kepada eksekutif dalam melakukan pencermatan, penajaman
dan penyempurnaan sehingga pembahasan perda dapat diselesaikan,” ucap Fahmi

Fahmi menambahkan, dari dua belas Perda yang disahkan pada akhir
jabatan anggota DPRD priode 2014-2019 ini, masih terdapat tujuh Ranperda yang belum ditetapkan,”Sebenarnya ada 19 ranperda, namun baru 12 yang sudah disahkan, kemudian tujuh ranperda yang belum disahkan hari ini masih ada yang perlu disempurnakan, kita serahkan nanti kepada anggota DPRD yang baru,”katanya.

Baca juga  Kepala Desa Boda-Boda Tepis Berita Hoaks Pemilik Akun Sona Bersatu

Sementara itu, Ketua DPRD Majene Darmansyah mengapresiasi positif
pihak eksekutif dan legislatif karena sudah menjalin kemitraan yang
baik, sehingga 12 Perda dapat terselesaikan pada akhir masa jabatan
anggota DPRD periode 2014-2019.

“Alhamdulillah masa sidang terakhir periode 2014-2019 kita diakhiri
dengan pengesahan 12 Perda. Semoga apa yang telah dilakukan selama ini
bisa menjadi sesuatu yang terbaik untuk kemajuan daerah serta peningkatan kesejahteraan rakyat Majene. Diakhir jabatan ini, kami menyampaikan permohonan maaf jika selama ini ada kata-kata, atau prilaku kami yang kurang berkenan, kami selaku manusia biasa tentu tidak lepas dari kesalahan,”ungkap Darmansyah sambil meneteskan air
mata.(Ali).


DAERAH