Desa Wisata Setigi, Awalnya Tempat Buangan Sampah, Kini Hasilkan Rp 9,9 Milliar Setahun


SULBAR99NEWS.COM-GRESIK – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal sebagaidan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar mengunjungi Desa Wisata Setigi milik Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik.

Dalam kunjungannya itu, Abdul Halim atau Gus Menteri mengapresiasi Desa Sekapuk karena telah berhasil menyulap tempat pembuangan sampah yang kumuh menjadi tempat wisata yang indah dan menarik.

“Inilah yang selalu saya katakan, kalau mau membuat desa wisata buatlah desa wisata alam karena tidak dibatasi umur, ini sampai anak cucu kita masih seneng karena alami,” kata Gus Menteri di Sekapuk, Jumat (15/10/2021).

Baca juga  Puluhan Massa Solidaritas Cakades Duampanua Geruduk Kantor PMD Polman

Menurut Menteri Halim, Setigi merupakan desa wisata yang patut dicontoh oleh desa-desa lainnya di Indonesia, karena Setigi memanfaatkan keindahan alam dan menjaga kearifan lokal setempat.

“Saya mengajak semua warga desa, sahabat desa untuk datang kesini, baik itu aparat desa pengurus BUMDes, pengelola desa wisata, disamping berwisata silahkan belajar dari pengalaman Pak Kades Sekapuk dalam melakukan inovasi,” imbuhnya.

Baca juga  BLT Dana Desa Khusus yang Terdampak Ekonomi Covid-19

Selanjutnya, Menteri Halim yang didampingi sang istri, Lilik Umi Nashriyah diajak meninjau pembangunan desa wisata kedua milik Desa Sekapuk yaitu Agrowisata Kebun Pak Inggih atau KPI yang didalamnya terdapat Monumen Ratu Agro.

Sekedar informasi, Setigi merupakan desa wisata yang dibangun dari bekas galian tambang batu kapur dan sempat menjadi tempat pembuangan sampah kemudian disulap menjadi destinasi wisata yang indah dan instagramable

Baca juga  Pemberlakuan Mekanisme Pengelolaan Dana Desa Non-Tunai Tuai Beragam Komentar

Berkat kreativitas dan inovasi Kepala Desa Sekapuk, Abdul Halim kini Setigi menjadi salah satu wisata favorit di Jatim, dari Setigi dan unit usaha lain milik BUMDes Desa Sekapuk bisa meraup laba bersih Rp 9,9 miliar dalam setahun. (Ba-ih)