Desa Tandeallo Dinobatkan Sebagai Desa Budaya 2021 di Jakarta

  • Bagikan

SULBAR99NEWS.COM-MAJENE – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menganugerahkan penghargaan kepada Desa Tandeallo sebagai desa budaya tahun 2021. Desa Tandeallo merupakan salah satu desa terpencil di pegunungan Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.

Desa Tandeallo berhasil meraih penghargaan sebagai desa budaya setelah melewati seleksi yang cukup ketat melalui Program Daya Desa Kemendikbud. Selain Tandeallo Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI juga menetapkan empat desa lainnya di seluruh Indonesia sebagai desa budaya.

“Ada lima desa yang ditetapkan sebagai desa budaya tahun 2021, yaitu Desa Maitara Utara dari Kabupaten Maluku Utara, Desa Mulyasari Kabupaten Karawang Jawa Barat, Desa Pedalaman dari Kabupaten Sanggau Kalbar dan Desa Tandeallo Kabupaten Majene Sulbar,” kata Suparman, pendamping lokal Program Daya Desa di Tandeallo, Kecamatan Ulumanda.

Penganugerahan desa budaya disiarkan secara daring melalui kanal youtube Kemendikbud, Jumat (17/12/2021). Sekretaris Daerah Majene Ardiansyah turut hadir di acara yang digelar di kantor Kemendikbud RI Jakarta itu.

Pendamping Program Daya Desa Kemendikbud untuk Kabupaten Majene, Muhammad Irfan menjelaskan, ada dua desa di Majene yang mengikuti Program Daya Desa, yaitu Desa Palipi Soreang Kecamatan Banggae dan Desa Tandeallo Kecamatan Ulumanda.

“Program ini adalah upaya pemajuan kebudayaan di desa. Tujuannya menggali terus potensi budaya di desa-desa, kemudian memanfaatannya kira-kira apa,” terang Irfan.

Irfan menjelaskan, program ini sejak Juni 2021 lalu. Mereka sudah mulai menggali potensi di dua desa; Tandeallo dan Desa Palipi Soreang.

“Jadi memang sudah melalui banyak tahapan, Juni sudah melakukan penggalian potensi, kemudian pemanfaatan dan terkhir kemarin rencana aksi,” ujar pria kelahiran Desa Tandeallo itu.

Untuk Desa Palipi Soreang, lanjut Irfan, telah berhasil membangun sekolah budaya sipamandar, kemudian di Tandeallo fokus dipendokumentasian dan pengembangan kebudayaan Adat Tuho.

“Dan alhamdulillah hari ini kita tidak nyangka Kemendikbud kasih penghargaan untuk Desa Tandeallo, dari lima desa se-Indonesia. Tentu ini suatu kebanggan buat kawan-kawan daya desa dan daya warga,” terang alumni Pascasarjana Sosiologi Pedesaan di UNNES Semarang itu.

Irfan mengapreasi daya desa dan daya warga di Tandeallo. Pemajuan kebudayaan di desa ini kata dia, sangat diminati oleh masyarakat karena mereka ikut langsung menggali potensi sebagai identitas dari sendiri.

“Kita harap semua desa di Majene dapat program yang sama,” pungkasnya.

Kepala Desa Tandeallo Muhammad Hasri juga mengaku bangga atas penghargaan dari Kemendikbud. Ia menyebut penghargaan tersebut bukan penghargaan Kepala Desa tapi seluruh warga Desa Tandeallo.

“Alhamdulillah ini bukan prestasi kepala desa, bukan. Inilah prestasi kita semua atas kerjasama seluruh masyarakat, seluruh tokoh-tokoh masyarakat, tokoh adat dan tentu daya desa yang memang sangat bekerja keras,” kata Hasri.

Dari 300 desa seluruh Indonesia yang masuk nominasi keluar hanya 5 desa sebagai peraih penghargaan. Hal tersebut membuat Kades Hasri mengaku bangga. Ia berjanji akan terus mengembangkan potensi budaya di Tandeallo.

“Kita akan terus gali dengan berlandaskan budaya kita, adat tuho,” ujar Hasri.

Kepala Desa yang menjabat di periode kedua ini juga akan menegaskan akan mendukung program daya desa melalui penganggaran. “Jadi Insya Allah kita akan masukkan kedalam pembahasan APBDes. Saya sudah sampaikan kepada mereka (pendamping daya desa), bahwa yang penting sudah ada draf program-program apa yang akan dilakukan, Insya Allah kita dukung,” pungkas Hasri. (*)

  • Bagikan