Terbaik terbaik

Dibaca : 27 kali.

Dampak Wabah Corona, Pedagang di Pasar Sentral Sepi Pembeli


Dampak pandemi virus corona (Covid-19), suasana di pasar sentral Majene terlihat sepi

SULBAR99NEWS.COM-MAJENE, Dampak perekonomian akibat wabah virus corona (Covid-19), para pedagang di pasar sentral Majene mulai merasakan dampak virus corona. Sejak beberapa pekan terakhir, daya beli masyarakat turun drastis.

Akibatnya, para pedagang di pasar sentral mengaku omset penjualannya turun drastis. Mereka berharap kondisi masyarakat segera pulih dan normal, apalagi saat-saat menjelang bulan puasa.

Wahidah, salah seorang pedagang barang campuran di pasar sentral, mengaku sejak virus corona merebak, ia sudah merasakan dampaknya, para pembeli yang datang di pasar sentral terlihat mulai sepi.

Baca juga  Lukman Akui Ada Kesenjangan Fasilitas Dokter gigi dengan Dokter Umum di Majene

 “Sejak maraknya wabah virus corona ini, penjualan sangat minim. Omset pun mulai turun drastis, bahkan hampir mencapai 90 persen. Untuk menjual barang sangat kesulitan. Semua pedagang di pasar sentral ini merasakan dampaknya,”ungkap Wahida, Jumat (10/04/2020).

Ia menuturkan, sepinya pengunjung di pasar ini sudah berlangsung kurang lebih tiga pekan terakhir. Namun, menurut dia, kondisi yang paling parah dirasakan pedagang sejak sepekan terakhir ini,

Baca juga  Terbaru, Tiga Kasus Positif Covid19 di Polman Dinyatakan Sembuh

”Masyarakat tidak berani keluar rumah untuk berbelanja, apalagi hari ini ada imbauan agar masyarakat tidak keluar rumah selama tiga hari mulai 10 hingga 12 April, pasar terlihat sangat sepi,”sebutnya.

Senada juga dikatakan pedagang lainnya Ahmad, sudah sejak awal Maret lalu, kondisinya sepi. Tetapi yang paling parah itu seminggu terakhir ini, banyak masyarakat yang hanya berdiam diri di rumah mengikuti anjuran dan imbauan pemerintah untuk menghindari penularan corona.

Baca juga  Kasus 63 Terkonfirmasi Positif Covid19 Mamasa Dialihkan Statusnya ke Sulsel

“Sejak munculnya wabah virus corona, hanya beberapa saja masyarakat yang datang belanja. Padahal, biasanya pasar dipadati masyarakat pembeli, apalagi saat-saat menjelang bulan puasa, seperti tahun lalu bayak masyarakat yang datang belanja, kita ke pasar hanya datang saja membuka dan menutup,”ungkapnya. (Alimukhtar)