Dibaca : 57 kali.

Covid-19. Kepala BKAD Majene : Masih Ada 22.000 KK yang Harus Dicarikan Solusi


Kepala BKAD Majene Kasman Kabil

SULBAR99NEWS.COM-MAJENE, Pasca memanggil seluruh kepala desa di Majene, hari ini, semua lurah yang tersebar di delapan kecamatan juga dipanggil terkait kebutuhan anggaran penanganan covid-19. Rapat Koordinasi digelar di Ruang Pola Kantor Bupati Majene, Rabu, (15/4/2020).

Pemerintah Kabupaten Majene kembali mengkaji kebutuhan anggaran penanganan covid-19 khususunya di tiga sektor, yaitu kesehatan, sosial dan ekonomi. Rakor dilaksanakan sesuai anjuran protokol kesehatan dengan tetap Menjaga Jarak sekitar 1,5 meter dan semua diwajibkan menggunakan masker.

Untuk sektor kesehatan, telah berjalan efektif melalui Tim Gugus Tugas Covid-19 dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp 14 M. Sementara sosial dan ekonomi keuangan masih mengkaji pemotongan anggaran baik secara mandiri di OPD, Refocueing APBdesa serta kontribusi dana kelurahan dan kecamatan.

Baca juga  Bupati Majene Jadi Inspektur Upacara di Kampus IPDN Gowa

Hal tersebut rencananya akan menutupi kebutuhan program sosial yang akan diterima masyarakat yang tidak tercover dari bantuan pemerintah pusat.

Kepala BKAD Majene Kasman menjelaskan sesuai instruksi pemerintah pusat, beberapa program kebutuhan sosial seperti PKH dipatok Rp 600 ribu perbulan. Dari 47 ribu penerima manfaat di Majene masih ada 29.000 Kepala keluarga yang belum tersentuh.

Baca juga  KPP Pratama Parepare Gelar Spectaxcular 2020

“Solusi pertama dengan menyertakan Dana Desa, namun setelah dihitung hanya mampu menutupi sekira 7.000 penerima. Karena Anggaran DD juga memiliki batasan, sesuai dengan nilai ADDnya masing-masing,” tambah Kasman.

Sehingga dari 29.000 setelah kurangi 7.000 KK masih tersisa 22.000 lagi yang membutuhkan solusi. “Masih ada 22.000 yang kita perlu carikan solusi, untuk anggaran pemberdayaan anggaran kelurahan dan kecamatan yang harus bersinergi,” Jelasnya saat rapat koordinasi bersama para lurah dan camat di ruang pola kantor Bupati Majene.

Baca juga  Bupati Majene Bagikan Vitamin Kepada Petugas Posko dan Warga yang Melintas

Sementara itu, Bupati Majene Fahmi Massiara yang turut hadir mengatakan, telah menginstruksikan pemerintah desa untuk melalukan refocusing pada APBDes masing-masing. Sementara untuk pemotongan anggaran dana kelurahan dan kecamatan diambil dari anggaran pemberdayaan. “Banyak yang harus ditanggulangi, hitungan pertama itu sekira Rp20 Milyar, kalau kita tidak lakukan, kita tidak bisa tutupi kebutuhan ini,” jelasnya.

Rapat tersebut dihadiri Kadis Sosial, Kadis Kesehatan, para Camat dan para Lurah. (Ih/rls)