Cegah Stunting, Dinkes Barru Libatkan Lintas Sektoral


SULBAR99.COM-BARRU- Guna menguatkan pencegahan stunting yang rawan terjadi kepada balita, maka Dinas Kesehatan (Dinkes) Barru, terus berupaya menggalakkan sosialisasi.

Melalui Workshop Konvergensi Stunting, Dinkes melibatkan lintas sektoral di lingkup Pemkab Barru. Baik dari OPD, pemerintah kecamatan, lurah dan desa, maupun stakholder terkait.

Di workshop yang digelar di Kantor Bappeda misalnya, Dinkes juga mengundang sejumlah narasumber. Diantaranya, beberapa ahli kesehatan, eks Kepala Dinas Kesehatan Barru Hasnah Syam, Plh Sekda Barru, Abustan, maupun Kepala Dinkes, dr Amis.

Baca juga  Tekan Angka Stunting, Gema Cermat Sosialisasi Stunting di Sekolah Dasar.

Hasnah Syam yang saat ini menjabat sebagai anggota DPR RI yang membidangi kesehatan, mengurai berbagai kebijakan pemerintah pusat yang sudah disetujui legislatif dalam upaya mencegah dan menurunkan stunting.

Menurutnya, penanganan stunting harus dilakukan secara bersama dan terkoordinir dengan baik. Apalagi, Indonesia termasuk negara yang tertinggi angka stuntingnya.

“Penanganan stunting harus dilakukan
secara terkoordinir, terpadu, dan bersama-sama menyasar kelompok sasaran prioritas. Baik kepada ibu-ibu hamil, ibu menyusui, maupun ke balita,” kata Hasnah Syam yang juga punya latar belakang sebagai dokter.

Baca juga  Dugaan Selingkuh, Oknum Kades di Bambaira Pasangkayu Diminta Mundur

Selain terlibat sebagai narasumber di workshop yang digelar Dinkes Barru, Hasnah Syam berulangkali sharing dengan Kementerian Kesehatan untuk penanganan stunting secara nasional.

Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Sekda Barru Dr Abustan, mengurai berbagai kebijakan pemerintah kabupaten melalui Dinkes untuk menurunkan dan mencegah stunting.

Baca juga  Warga Dusun Tanjong Manik Mengeluh Kesulitan Air

Sebelumnya, narasumber lain yang dihadirkan, dr Erna Kumala Ningsi, mengurai materi tentang seribu hari pertama yang perlu diperhatikan bagi ibu hamil. Mulai sejak pembuahan di rahim, masa kandungan, kelahiran, hingga balita masuk di usia tiga tahun.

“Di 1000 hari pertama kehidupan, sangat penting memberikan dan menambahkan nutrisi bagi ibu hamil dan ibu menyusui, maupun kepada balita,” paparnya. (Firdauz)


DAERAH