Cegah Penyebaran Covid-19, Pemkab Majene Larang Buka Café Malam Tahun Baru


Plt.Bupati Majene, Lukman menggelar Rakoor Kominda, di Ruang Pola Kantor Bupati Majene

SULBAR99NEWS.COM–MAJENE, Pemerintah Kabupaten Majene secara resmi melarang membuka café, rumah makan maupun mendirikan panggung hiburan di sepanjang jalan raya saat perayaan malam pergantian tahun baru 2020 ke 2021.

Hal tersebut diungkapkan Plt.Bupati Majene, Lukman dalam rapat koordinasi  Komunitas Intelejen Daerah (Kominda) Tingkat Kabupaten Majene Tahun 2020, dihadiri sejumlah pimpinan OPD terkait, para Camat dan Lurah, di ruang pola kantor bupati Majene, Senin (21/12/2020).

Dalam rapat Lukman menjelaskan, pelarangan membuka café, swalayan, warung makan dan pendirian panggung perayaan malam pergantian tahun baru tersebut akan tertuang dalam surat edaran (SE) nanti, tentang antisipasi penyebaran Covid-19 di Daerah.

Baca juga  Setelah Dijelaskan, Akhirnya Orang Tua Pasien Positif Covid-19 di Rangas Setuju Anaknya Dirujuk

“Kegiatan keramaian saat tahun baru dan natal akan di batasi. Mengingat masa pandemi covid 19 yang belum menunjukan tren penurunan, sehingga kebijakan pembatasan aktivitas harus di lakukan. Seperti dengan menutup sementara seluruh tempat hiburan malam, cafe dan titik titik lokasi wisata termasuk toko swalayan di Majene. Penutupan dilakukan sejak pukul 18.00 Wita 31 Desember atau jelang pergantian tahun 2021,” terangnya.

Lukman juga menegaskan, untuk kegiatan Dzikir bersama bisa dilakukan,  namun dengan jumlah yang terbatas dan tetap menerapkan protokol kesehatan. Namun untuk acara hiburan malam tahun baru tidak dilaksanakan seperti halnya tahun-tahun sebelumnya.

Baca juga  Mayoritas Mahasiswa, Hingga Hari Ini Tercatat 204 Pemudik di Ulumanda

“Saya meminta agar para camat dan stakeholder terkait segera mensosialisasikan kebijakan tersebut demi kebaikan bersama. Kami juga mengimbau agar masyarakat selalu berhati-hati, menjaga pola hidup sehat dan bersih, Untuk itu, Pemkab Majene menggandeng TNI, Polri dan Satpol PP untuk melakukan patroli dan penertiban jika ada pelanggaran protokol kesehatan,” tandasnya.

Sementara juru bicara Tim Gugus Tugas Covid 19 Kabupaten Majene, Sirajuddin mengatakan saat ini ada beberapa kelompok masyarakat yang percaya dan tidak percaya dan masih ragu-ragu tentang covid 19.

“Perkembangannya di Majene, meski tren tidak meningkat signifikan namun kasus terpapar Covid masih tinggi di bulan Desember, susuai data  saat ini ada 9 orang yang dikarantina di LPMP, 9 orang karantina mandiri dan 3 orang di rawat di rumah saki,” jelasnya.

Baca juga  Peduli Sosial, Ketua DPD PAN Majene Bagi-bagi Sembako

Ditempat yang sama, Kabag Ops Polres Majene, AKP Ujang Saputra  juga mengatakan, akan terus intens  memantau isu-isu radikalisme di wilayah Majene,”Khususnya potensi aksi-aksi kelompok masyarakat yang mengatasnamakan solidaritas keagamaan yang baru-baru ini bersitegang dengan aparat kepolisian,”ucapnya.

Hadir dalam rakor Dandim 1401 Majene, Letkol Inf.Yudi Rombe, Kapolres Majene, AKBP Irawan Banuaji, Kasi Intel Kejari Majene, Muh.Ikhsan, Kepala Kesbangpol Rustam Rauf, Asisten Setda, BMKG, Serta pimpinan OPD terkait dan camat terkait.(Alim).


COVID19