Bupati Wajo Kunjungi Bupati Majene, Apa yang Mereka Bicarakan?


SULBAR99NEWS.COM-MAJENE, Kunjungan balasan Pemerintah Kabupaten Wajo Provinsi Sulawesi Selatan di Kabupaten Majene, dimanfaatkan dengan baik oleh kedua daerah ini. Agenda kunjungan tidak hanya menggelar pertandingan eksebisi olahraga tenis sesama pengurus Pelti pada Minggu 20 Juni 2021, namun kesempatan tersebut juga membahas sejumlah peluang kerjasama lintas daerah.

Bupati Majene Lukman saat menjamu rombongan Pemkab. Wajo di rumah Jabatan Bupati usai pertandingan,  sangat berharap pertemuan tersebut akan menjalin persaudaraan meski berbeda Provinsi. Ia cukup tertarik dengan perbincangan dengan Wakil Bupati Wajo kemarin saat di Dapur Mandar tentang komoditi rumput laut.

Majene yang memiliki panjang pantai 125 km, sementara Kabupaten Wajo memiliki panjang 103 km justru mampu memanfaatkan pantainya dengan pengembangan rumput laut dengan baik. “ Kenapa Majene tidak bisa, saya minta Balitbang mengkaji persoalan tersebut kemudian di usulkan di Bappeda,  kita harus memulai lebih dahulu, jangan menunggu besar dulu baru memulai untuk bisa menjadi besar itu yang harus kita rubah,”ucapnya. 

Baca juga  Lantik Pejabat di Pemkab, Bupati Barru Ingatkan ASN Harus Berinovasi dan Punya Ide

Lukman berkeinginan meminta waktu sharing informasi lebih lanjut dengan stakeholder terkait di Wajo untuk pengembangan rumput laut kedepannya. Meski nantinya ia akan diluar sistem, namun Lukman sangat berkeinginan agar bisa berkontribusi dan sharing ilmu untuk kepentingan Masyarakat Majene.

Sementara itu Bupati Wajo Amran Mahmud yang baru tiba di Majene Minggu pagi mengatakan kunjungan kedua kalinya tersebut akan lebih memberi manfaat bagi dua kabupaten.  Walaupun nanti Bupati Lukman akan purna menjalankan tugas, komunikasi melalui pendekatan kekeluargaan dan persahabatan justru akan membangun banyak hal termasuk dalam  hal peningkatan komoditi  dua daerah.

Baca juga  Peringati HUT TNI Ke-76, Dandim 1401 Majene Kunjungi Panti Asuhan

Ia menjelaskan  untuk potensi yang dimiliki Wajo juga dari sektor pertanian sawah. Ia berkeinginan, untuk membranding beras di Wajo, pasalnya saat ini branding beras Sulsel masih berada di Sidrap meski berasnya lebih banyak di Wajo. Ia akan berusaha mengumpulkan penggiling dan kepala perbankan untuk membuat branding potensi padi, kedepannya mungkin bisa terkirim ke Majene.

Selain itu  ia juga bertekad membenahi sutra Wajo dan mengembalikan kejayaannya di Sulsel. Meski demikian, ia juga memanfaatkan kunjungan ke Majene untuk mendapatkan informasi tentang budidaya mangrove. Pasalnya ke depan ada wilayah di Wajo yang akan diusulkan menjadi dewa wisata mangrove. ” Banyak pelajaran dari hasil kunjungan ini, khususnya mengembangkan berbagai potensi yang akan memberi manfaat kedua daerah yang perlu kita jalin dan tindak lanjuti,” jelasnya.

Baca juga  Pelihara Disiplin Prajurit, Kodim 1402/Polmas Gelar Minggu Militer

Pertemuan tersebut juga diisi dengan bertukar cinderamata. Bupati Majene memberikan buah tangan khas prodak unggulan UMKM Majene  seperti Sarung Sutra Mandar, Minyak Mandar, Bawang Goreng, Abon Ikan Tuna, Gula Merah dan Ikan Tuing Tuing.

Rombongan dari Pemkab Wajo sebanyak 80 orang, diantaranya Wakil Bupati Wajo, Kepala Balitbangda, Kadis Pertanian Tanaman Pangan, Kadis Perhubungan, Kadis Kominfo Para Kabag, TNI Polri serta pengurus Pelti Wajo.

Sementara dari Kabupaten Majene, juga terlihat beberapa pimpinan OPD yang mendampingi Bupati Majene diantaranya  Kepala Litbang, Inspektur Inspektorat,  Kadis Perhubungan, Kadis DLHK, Sekwan Majene, Kadis Kominfo dan pengurus Pelti Majene. (hms)