Bupati Majene Berharap Alun-Alun Diwujudkan jadi Tempat Rekreasi


Bupati Majene, Fahmi Massiara

SULBAR99.COM-MAJENE, Setelah kelurahan Rangas diwujudkan menjadi kawasan perkotaan tanpa kumuh oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sulbar, Bupati Majene Fahmi Massiara berharap agar alun-alun di lapangan yang ada di Majene bisa juga dibantu menyerupai alun-alun di Parepare.

Hal itu disampaikan Bupati Majene dalam peresmian program RP2KP di Rangas Pabesoang, Selasa (10/2/2020).

Sebagaimana diketahui bersama, penataan peningkatan kualitas kawasan permukiman kumuh dengan luas 15 hektar atau lebih adalah kewenangan pemerintah pusat, luas 10 sampai 15 hektar kewenangan pemerintah provinsi, dan luas dibawah 5 hektar adalah kewenangan Pemerintah Kabupaten. “Tetapi Walaupun demikian, semua adalah tanggung jawab kita bersama,”tandasnya.

Baca juga  Jelang Ramadhan 1441 H, Bupati Majene Pantau Harga Sembako di Pasar Sentral

Dengan adanya pembangunan infrastruktur yang bersumber dari APBN sebesar Rp. 7.349.100.000,- yang terdiri dari pekerjaan Penjemuran Ikan, Drainase dan Pembangunan Jalan Rabat Beton melalui program rencana pencegahan dan peningkatan kualitas permukiman kumuh perkotaan (RP2KPKP) yang berlokasi di lingkungan dengan keluhan Rangas, kami berharap kepada masyarakat untuk dapat dimanfaatkan dengan baik.

“Semoga program kegiatan ini dapat berkelanjutan untuk menuju tercapainya pengentasan permukiman kumuh perkotaan menjadi 0 (Nol) hektar di Kabupaten Majene,” ujar Bupati.

Baca juga  Terkait Ambulance 86, Inspektorat : Penertiban Aset Daerah

Fahmi menambahkan, kita banyak mendapat bantuan dari kementerian PUPR melalui Balai atau langsung melalui Program Pemberdayaan yang ada, juga terkait dengan RP2KPKP dengan intervensi menata lingkungan.

“Alhamdulillah ini berjalan cukup baik dengan 3 program pembangunan yang masuk di Rangas ini. Kami berharap juga dapat dibantu dari Pihak Satker Provinsi adalah Penataan Alun Alun pada Lapangan yang ada di semua kecamatan di Kab. Majene, seperti layaknya alun alun yang ada di kota Parepare, ” tambah Bupati.

Hal tersebut dilakukan agar alun-alun dapat menjadi sarana rekreasi dan bersantai bagi warga Majene maupun warga di luar Majene. “Namun jujur kami sampaikan bahwa kadang yang menjadi kendala kami adalah masalah kepemilikan lahan. Hampir semua lapangan yang ada di Majene bermasalah dengan lahannya, ” ungkapnya.

Baca juga  Kritisi Kinerja Bupati Mateng, Warga Majene Dipolisikan

Memang, lanjut Bupati, saat ini belum diklaim atau dituntut, namun bila sudah mulai nampak pembangunannya, merekapun langsung protes dan mengklaim kepemilikannya. “Kami dari Pemkab Majene, bila menghadapi hal seperti ini, akan siap memediasi dan menyelesaikannya,” pungkasnya. (ih)


DAERAH