Terbaik terbaik

Dibaca : 27 kali.

BLT Tepat Sasaran, Mendes PDTT Ingatkan Kades Libatkan Tokoh Masyarakat


Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar. (Foto : Ist)

SULBAR99NEWS.COM-JAKARTA, Pelibatan tokoh masyarakat dalam pendataan Bantuan langsung Tunai (BLT) sangat diperlukan dalam rangka menghindari kecurigaan antar warga sekaligus sebagai antisipasi adanya penyelewengan oleh oknum-oknum yang mencari keuntungan dibalik wabah Covid-19 ini.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar dalam talk shownya di RRI, Selasa (28/4/3020), meminta kepada Kepala Desa agar menggandeng tokoh masyarakat saat melakukan pendataan calon penerima BLT dana desa yang terdampak Covid-19.

Baca juga  Motivasi Warga, Kades Lombong Timur Turun ke Parit Pungut Sampah

“Makanya pendataan dilakukan melibatkan tokoh agama, tokoh adat, tokoh perempuan PKK, RT, RW, Babinsa dan lain-lainnya,” jelas Menteri Halim.

Menteri Halim, melanjutkan, hasil pendataan sasaran keluarga miskin dibahas dalam musyawarah Desa Khusus, atau musyawarah insidentil. Dalam musyawarah ini akan membahas agenda tunggal yaitu validasi dan finalisasi data.

Baca juga  Mendes PDTT : 2021, SDGs Desa Akan Mulai Diterapkan ke Desa-desa Seluruh Indonesia

“Kemudian, data yang sudah valid dan ditandatangani Kepala Desa tersebut, selanjutnya dilaporkan kepada pemerintah yang lebih tinggi yaitu Bupati atau Wali Kota melalui Camat,” ungkap Halim seraya menambahkan, itu salah satu usaha agar BLT Dana Desa tepat sasaran

Sekadar diketahui, Kemendes PDTT lewat Permendes Nomor 6 Tahun 2020 mengubah peruntukkan Dana Desa untuk Bantuan Langsung Tunai senilai Rp22,4 triliun atau 31 persen dari total Dana Desa 2020 yang mencapai Rp72 triliun.

Baca juga  Ketua DPD Kritik Penggunaan Dana Desa untuk Bangun Kantor Desa Seperti Istana

Dana tersebut dialihkan dalam bentuk bantuan langsung tunai untuk 12.487.646 kartu keluarga miskin. Masing-masing keluarga yang terdampak Covid-19 akan mendapat Rp600 ribu selama tiga bulan sehingga total menjadi Rp1,8 juta. (ih)