BK DPRD Sulbar Kunker ke DPRD Kota Makassar, Ini Kata Itol Saiful Tonra


SULBAR99NEWS.COM-MAKASSAR, Badan Kehormatan (BK) DPRD Provinsi Sulawesi Barat menggelar Kunjungan Kerja, Jumat (28/2020) ke DPRD Makassar.

Wakil ketua Badan Kehormatan DPRD Sulbar, Drs. H. Itol Saiful Tonra mengatakan, kunjungan kerja ke DPRD Makassar, salah satu tujuannya untuk saling tukar informasi dan memperkaya wawasan terkait pelaksanaan tugas dan fungsi masing-masing Badan kehormatan. “Kita kan baru menetapkan tata cara beracara, jadi kita mau coba coba bagaimana pelaksanaan di tempat lain. Ternyata memang hampir sama persoalannya, memang masih ditemukan anggota DPRD yang belum maksimal,” ungkapnya.

Baca juga  DPRD Sulbar Minta Pemprov Negoisasi Pemilik Tanah Soal Pembebasan Lahan Gedung Farmasi

Politisi PDI Perjuangan itu menambahkan, salah satu persoalan anggota DPRD yang belum maksimal bekerja yaitu kedisiplinan. “Tidak secara total melaksanakan aturan, misalnya berpakaian, ” tambahnya.

Selain Badan kehormatan, ikut pula Badan Musyawarah yang melakukan kunjungan kerja di kantor DPRD Makassar. “Kita bergabung dengan Bamus, hanya berlima di Badan Kehormatan,” tutur Itol yang merupakan wakil ketua Badan Kehormatan DPRD Sulbar.

Baca juga  Ini Kata Dalif Arsyad Saat Kunker di Dinas PMD Polman

Selain sharing informasi dengan BK DPRD Makassar, BK DPRD Sulbar juga mencari informasi. “Kami telah mendapat informasi misalnya dalam hal ditemukan pelanggaran, maka harus dibuatkan surat kepada ketua fraksinya untuk ditindaklanjuti hal yang dianggap tidak disiplin, untuk mendapat teguran. Kita tidak boleh menegur langsung person, harus melalui fraksinya. Nanti fraksinya yang menyampaikan. Sebab perpanjangan tangan partai di DPRD adalah fraksi,” urai Itol Saiful Tonra.

Baca juga  Reses di Desa Manyamba, Itol Saiful Tonra : Usulan Harus Lewat proposal

Menurut mantan kepala Bappeda Majene ini, kalau mau melaksanakan teguran, secara persuasif dulu, secara lisan maupun tulisan. “Misalnya bisa saja terjadi ada ketua partai disitu, nah kita angota tidak etis kalau mau menegur. Itu makanya, fraksi sudah perpanjangan partai,” pungkasnya. (Satriawan)


PARLEMEN